Thursday, 22 February 2018

Perpanjang SIM Di Gerai SIM Alam Sutera Tangerang


SIM atau Surat Ijin Mengemudi merupakan salah satu kelengkapan yang dibawa saat berkendara selain STNK, helm, dan kendaraan yang dibawa tentunya. Merupakan kewajiban bagi seorang pengendara kendaraan bermotor untuk memperpanjang masa aktif SIM setiap lima tahun sekali. Jika sudah habis masa  berlakunya kartu SIM, tentu kita akan kerepotan sendiri karena engga bisa SMSan, teleponan atau mengaktifkan paket data.

Nah ini kebetulan atau engga ya, pokoknya saya mah engga tau dah, tiba-tiba aja pas saya lihat masa berlakunya SIM C saya tinggal dua minggu lagi. Toh daripada repot-repot lagi bikin SIM yang baru, saya pun memutuskan memperpanjang SIM saya.

Di Tangerang ini, pelayanan SIM keliling juga ada loh, cuma saya engga terlalu tahu tempat-tempat mana aja yang disinggahi oleh pelayan SIM keliling di tiap harinya. Lagian juga toh, saya bakalan kaget kalo liat SIM keliling. SIM kan benda mati, engga punya kaki juga, toh mana bisa dia seenak-enaknya keliling sesuka hati.

Kalo saya sih rekomandasikan perpanjang SIM itu di mall alam sutera, selain itu juga bisa cuci mata, belanja, nonton atau pun makan. Awalnya saya tahu di mall alam sutera ada gerai SIM itu ketika kurang lebih 10 bulan sebelumnya ketika saya perpanjang STNK di situ dan engga sengaja liat ada gerai SIM di sebelahnya. Pas waktu dulu perpanjang STNK di situ, cepet sih, engga butuh waktu 5 menit dah kelar.

Tepat hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 atau dua minggu sebelum SIM saya mati, saya memutuskan buat perpanjang SIM di gerai SIM alam sutera. Waktu itu sih, saya ke sananya sekitar jam 1-an.

Nah sebelum berangkat buat perpanjang SIM, ada beberapa hal yang mesti kamu persiapkan. Seperti pulpen, ini penting buat nanti ngisi formulir. Fotocopy KTP, engga perlu dilegisir fotocpy KTPnya ya. Saya waktu hanya membawa dua buah fotocopy KTP, eh yang diperlukan cuma satu doang, nyesel saya bawa dua, berat-beratin doang. Terus bawa SIM asli, terus bawa uang buat bayar perpanjangan, kalo lupa bawa duit kas, tenang aja kok di mall alam sutera juga ada mesin ATM yang engga jauh dari gerai SIMnya, tapi engga boleh dibawa pulang loh mesin ATMnya. Dan kalo engga salah biaya perpanjangan SIM disana itu sekitar 135.000 an, itu udah surat keterangan dokter dan tetek bengek lainnya. Ya bawalah duit lebih buat kamu jajan atau nonton di sana. Yang terakhir dan paling penting ketika kamu mau perpanjang SIM itu adalah bawa diri.

Saya berangkat dari rumah jam 1 pas, karena takut perjalanan ke sananya macet terus kesorean, kan kalo kesorean bisa-bisa gerainya udah tutup. Perjalanan saya dari rumah menuju mall alam sutera berlangsung lancar, aman, tanpa hambatan. Dan sekitar jam 1 lewat 5 menit, saya pun sampai di sana.
Nah buat yang bingung engga tau dimana gerainya, kamu bisa tanya aja sama petugas mallnya. Pasti dikasih tau kok, dan petugasnya itu ramah-ramah.

Ketika sudah sampai di parkiran, tepatnya di basement, saya pun langsung menuju lantai 1. Cukup hanya sekali naik tangga jalan, nanti ketemu petugas, kamu bisa langsung tanya pak petugasnya loh. Nanti kalo udah ketemu pak petugas pas abis naik tangga jalan, ada pintu di sebelah kiri, kamu bisa langsung masuk aja.



Sialnya pas sampe di depan gerai, gerainya masih tutup. Saya lantas kecewa, dan ingin rasanya duduk di bangku yang sudah disediakan di depan gerai. Di bangku itu juga ada 2 orang bapak-bapak yang mau perpanjang SIM. Saya merasa kasihan ketika bangku yang engga bersalah harus diduduki sama 3 orang, termasuk saya. Betapa beratnya beban yang dia tanggung untuk menopang para manusia-manusia yang menunggu dibukanya gerai SIM. Setelah ditelusuri lebih lanjut, siang itu ada rapat bagi petugasnya. Dan kami para manusia yang ingin perpanjang SIM pun ditelantarkan tanpa harus tau kapan gerainya dibuka.

Kurang lebih satu setengah jam kami menunggu, dan akhirnya sekitar jam setengah 3 sore, gerai SIM pun dibuka.

Horeeee.

Pas dibuka, saya langsung nyodorin syarat-syarat kelengkapan perpanjang SIM seperti fotocopy KTP sebanyak 1 lembar dan tentunya SIM asli. Nah bagi yang lupa fotocopy KTP, engga perlu khawatir, karena petugas gerai SIM sudah mempersipkan solusinya, yaitu numpang fotocopy KTP di gerai samsat. Engga jauh kok dari situ, cuma di sebelahnya doang. Gratis fotocopynya? Bayarlah!

Abis ngasih kelengkapan surat, kita bakal dikasih formulir yang berisi biodata. Ingat saat ngisi formulir jangan sekali-kali jawaban kamu seperti nama, alamat dsb sama kayak jawaban orang yang juga ngisi formulir. Ini bahaya, bisa-bisa nama kamu engga dipanggil untuk proses selanjutnya.

Abis nyerahin formulir, saya disuruh nunggu lagi, engga sampe satu menit nunggunya eh nama saya dipanggil buat sesi bayar sama sesi poto. Nah jadi buat kamu yang perpanjang SIM, kamu harus tampil rapih, pakai baju dan jangan telanjang. Supaya pas dipoto bisa keliatan ganteng maksimalnya, kalian jangan lupa pake pomade, parfum, bedak, dan juga lipstick.

Abis dipoto, saya suruh nunggu lagi, eh engga sampe satu menit lagi SIM saya udah jadi. Abis itu pamit dah sama pak petugas yang udah melayani buat perpanjang SIM.

Pas sampe rumah dan membawa SIM baru, saya engga pamerin loh ke tetangga. Tapi, kenapa ya saya ngerasa rugi perpanjang SIM. Udah lama-lama nunggu buat perpanjang SIM, eh SIM yang lama engga dibalikin, terus lagi bentuk SIM baru ini sama aja bentuknya kayak SIM lama, kirain mah lebih panjang kali. Nyesel saya.

Jadi, perpanjang SIM di gerai SIM mall alam sutera itu terbilang cepat loh, hanya sial aja pas itu petugasnya lagi ada rapat jadi kelamaan nunggu rapatnya. Pas perpanjangan SIMnya mah cepet banget.

Nah buat temen-temen yang berada di daerah Tangerang, kalo mau perpanjang SIM gerai SIM alam sutera pas banget buat kamu. Selain cepet, juga engga repot, udah gitu abis perpanjang SIM bisa jalan-jalan dulu di mall.

Tuesday, 20 February 2018

Genteng Rumah Bocor? Gunakan Cara Ini


Salah satu masalah yang sering dihadapi saat musim hujan, yaitu banjir. Karena banjir, kita bisa membuat kolam berenang untuk anak-anak. Dengan biaya Rp 5000/jam, kita sudah untung besar. Coba bayangkan jika di komplek Anda banjir dan di komplek Anda terdapat 100 anak, jika 100 anak itu berenang di jalan yang banjir, berapa pendapatan yang Anda dapatkan? Rp5.000 x 100 anak = Rp 500.000. Lumayan kan.

Salah dua masalah yang sering dihadapi saat musim hujan selain banjir yaitu sering kali air hujan masuk ke dalam rumah akibat atap atau genteng bocor. Sehingga kita perlu siapin baskom buat nadangin tuh air. Lalu bagaimana membuat genteng rumah Anda bocor? Gampang sekali, kali ini saya akan membagikan cara bagaimana membuat genteng rumah Anda bocor sehingga Anda akan repot nadangin air hujan pakai baskom.

1.      Siapkan tangga. Tangga ini bermanfaat sekali buat Anda untuk bisa naik ke atas genteng rumah Anda. Kalo Anda engga punya tangga, Anda bisa meminjam ke tetangga. Kalo tetangga engga punya juga, Anda beli. Ya pake duit Anda lah, masa duit saya. Kalo Anda engga mau beli tangga, Anda bisa membuat tangga sendiri. Saya sarankan ketika Anda membuat tangga sendiri kalo bisa buat tangga jalan seperti yang ada di mall-mall atau sekalian Anda buat lift. Ini diperlukan bagi Anda yang malas naik tangga sambil melangkahkan kaki.

Ketika Anda sudah sampai di atas genteng rumah Anda, alat yang perlu disiapkan adalah palu. Manfaat palu ini adalah untuk menggetok genteng yang ingin Anda bocorkan. Jika Anda lupa membawa palu, Anda bisa kembali lagi turun lewat tangga yang tadi Anda siapkan. Namun berhati-hatilah dengan kejadian tak terduga seperti tiba-tiba tangga Anda menghilang. Jelas ini bahaya, Anda bisa terus tinggal di atas genteng rumah Anda. Bagaimana membuat tangga Anda tidak menghilang saat dipakai? Gampang caranya, yang perlu Anda lakukan adalah berbicara kepada si tangga agar jangan mau dipakai sama orang. Cukup dipakai sama Anda saja. Bilangin juga sama si tangga ini, kalau jadi tangga itu jangan murahan, jangan mau dipake berkali-kali.

Nah saat Anda ingin kembali lagi ke bawah karena lupa membawa palu dan ingin mengambil palu di dalam rumah Anda, pastikan bahwa Anda memiliki palu, percuma loh ya kalo Anda mengambil palu di dalam rumah Anda tapi Anda sendiri engga punya palu.
Kalo Anda punya sih, ya langsung aja ambil palunya terus kembali ke atas genteng, jangan lupa pakai tangga naik ke atas gentengnya.
Terus kalo engga punya gimana? Ya minjem. Kalo engga dikasih? Ya beli lah, modal dikit napa.

Bagaimana cara Anda membeli palu?
Ini sangat mudah, Anda tinggal pergi ke toko material dekat rumah Anda.
Nah terus gimana kalo toko materialnya jauh tuh?
Sekarang kan gampang kalau mau membeli sesuatu, ya Anda tinggal beli via online saja.
Jangan lupa jika Anda membeli palu itu pakai duit. Nah yang ribet ini kalo beli engga pakai duit, bisa-bisa engga diperbolehkan beli sama penjualnya.
Itu memang betul kalau beli sesuatu itu harus pakai duit. Lalu bagaimana kalo Anda engga punya duit? Anda kerja. Carilah kerjaan yang halal, meskipun gajinya sedikit tapi berkah, bermanfaat untuk kehidupan Anda selama di dunia ini.
Anda pengen kerja tapi Anda masih sekolah?
Anda belajar yang benar hingga benar-benar lulus nantinya, jangan sampai mengecewakan kedua orangtua yang telah membiayai sekolah Anda.

Nah saat Anda sudah mendapatkan palu, dan sudah di atas genteng. Langkah selanjutnya yang Anda lakukan adalah menggetok-getokkan genteng dengan palu yang Anda pegang. Gampang kan?
Anda ingin menggetokkan palu ke genteng tapi engga tega melihat genteng dipecahin sama palu?
Anda bisa meminta tolong kepada tetangga Anda untuk membocorkan genteng, pasti dengan senang hati tetangga Anda akan membantu Anda.

Lalu bagaimana jika tetangga Anda tidak ingin membantu Anda karena dianggap sedeng membocorkan genteng rumah sendiri?
Turuti perkataan tetangga Anda tersebut, ya memang hanya orang sedeng saja yang mau membocorkan genteng rumah sendiri.

2.      Jika cara pertama Anda perlu modal tangga, palu dan keberanian menghadapi ketinggian. Maka pada cara kedua ini, Anda tidak perlu modal seperti itu. Yang perlu Anda siapkan cukup batu kerikil, yang ukurannya seperti batu kali.

Jika Anda sering melempari mangga atau rambutan milik tetangga dengan menggunakan batu kerikil, saya yakin Anda sudah ahli dalam membidik sasaran dalam melempar.
Lalu bagaimana jika Anda belum ahli?
Yang perlu Anda lakukan adalah sering-sering latihan melempar batu. Jadikan pohon jambu, mangga, atau rambutan milik tetangga Anda sebagai targetnya.
Latihan ini sangat bermanfaat sebelum Anda benar-benar terjun mempraktekan dalam melempar batu ke genteng rumah Anda.
Manfaat latihan dalam melempar batu kerikil ke pohon buah-buahan salah satunya adalah Anda bisa mendapatkan buah secara gratis.
Lakukan latihan ini setiap hari, tapi awas jangan sampai ketahuan sama yang punya.

Ketika Anda sudah mahir dalam urusan lempar-melempar batu kerikil, sekarang Anda tinggal mempraktekannya saja.
Lakukan hal ini di depan rumah Anda, jadikan genteng rumah Anda sebagai targetnya. Tapi jika Anda masih belum yakin dengan kemampuan yang Anda miliki, Anda bisa menjadikan genteng rumah tetangga Anda sebagai bahan uji cobanya.
Jadi sebelum Anda melempar batu ke genteng rumah Anda sendiri, Anda lemparlah batu ke genteng rumah tetangga Anda.
Jika berhasil membocorkan genteng rumah tetangga Anda, itu artinya Anda berhasil.

Sebelum mempratekan, ada baiknya mencari waktu yang tepat. Jangan sekali-kali Anda melempar batu kerikil pada siang hari, saat dimana matahari sedang pas-pasnya berada di atas kepala Anda.

Selain terasa panas akibat terik matahari dan menganggu konsentrasi Anda dalam melempar. Lemparan batu Anda juga dikhawatikan akan mengenai matahari, takutnya bukan genteng rumah Anda yang bocor, melainkan mataharinya yang bocor.

Ini bahaya loh kalau matahari bocor, bisa-bisa bumi gelap loh dan yang paling menakutkan itu adalah mataharinya ngambek engga mau menyinari bumi lagi.

Jadi waktu yang tepat saat Anda melemparkan batu ke genteng rumah Anda itu adalah malam hari. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, malam itu kan gelap ya, jadi bisa membuat pandangan kita dalam melihat berkurang. Lebih baik jangan dilakukan pada malam hari.

Terus kalau siang engga boleh malam juga engga boleh, kapan dong?

Pagi-pagi aja, bagaimana?
Kalau pagi-pagi kan matahari baru nongol, jadi engga mungkin kan kalo lemparan Anda mengenai matahari.
Sebelum Anda melemparkan batu ke genteng rumah Anda, pastikan Anda sudah sarapan terlebih dahulu. Sebuah lemparan yang pas itu dikarenakan adanya tenaga di dalam tubuh Anda, dan sumber tenaga itu adalah makanan.
Terus bagaimana kalau engga ada sarapan di rumah Anda?
Anda tinggal beli sarapan di sekitar lingkungan tempat Anda tinggal, bisa beli bubur nasi, nasi uduk, roti atau apalah yang bisa dimakan.
Belinya pake duit kan?
Iya pake duit.
Kalau engga punya duit?
Anda timpuk aja batunya ke kepala Anda!


Nah itu dia cara membocorkan genteng rumah sendiri. Semoga bermanfaat bagi kehidupan kalian.



Sunday, 18 February 2018

Hati-Hati Membaca Di Wattpad, Jangan Ketipu Sama Judulnya


Kalian tentunya sudah tidak asing lagi dengan wattpad. Ya wattpad atau disingkatnya wp merupakan platform dimana kalian bisa nulis cerita fiksi atau non fiksi dengan berbagai macam genre di dalamnya. Di wp juga ada system ranking, jadi kita bisa tau karya kita nongol di ranking berapa, tapi saya masih engga tau gimana cara penilaian ranking di wp. Ah masa bodo lah sama ranking di wp. Selain ada ranking, di wp juga ada system remedial dan ulangan harian.

Lo kira sekolahan!

Selain itu juga kita bisa melihat banyaknya pembaca dan rating pada karya kita atau karya orang lain. Wah bagi suka hobi nulis cerita, wp emang cocok banget buat kamu.

Selama saya vakum dari dunia pergoblogeran eh perblogeran, saya menghabiskan waktu di dunia per-wp-an, ya sekedar iseng-iseng aja buat cerita yang engga jelas dan engga punya tujuan. Ya siapa tau ada penerbit khilaf yang ngelirik karya saya, sayangnya sampe sekarang engga ada penerbit yang khilaf.

Bagi kalian yang udah lama jadi pembaca blog saya ini, dulunya kan label coklatshit, isinya bercerita tentang pemuda bernama Coklat yang ngeselinnya minta ampun. Nah si Coklat ini dulu juga pernah nongol di wattpad, namun karena ada satu hal, si Coklatshit ini terpaksa diunpub karena sekarang nongol di web ceritera.net. Bagi yang mau baca kelanjutan si Coklat dkk, cek di sini aja. Tapi lumayan juga di ceritera kudu pake kata baku, agak susah gimana gitu ya kalo genre komedi pake bahasa baku. Ya mungkin sayanya aja yang belum menguasai teknik menulis komedi dengan kata baku.

Walau si Coklatshit udah ditendang dari wp, tapi saya masih punya loh karya yang engga jelas lainnya. Hahaha.

Judulnya Mr Jengkol Vs Ms Pete. Entah saya harus bangga atau prihatin, kenapa cerita engga jelas kayak gini bisa banyak pembacanya. Lah gimana engga jelas, nih cerita saya tulis cuma iseng-iseng doang, isinya juga engga lebih dari sekedar perang bully-bullyan antar pembaca wp yang sudah jadi teman saya. Walau isinya engga jelas gitu, tapi kalo nyari inspirasi buat ngebully lancar loh. 

Awalnya tuh ya, saya sering parodiin tokoh dari karya teman-teman saya. Lalu, teman saya yang bernama Cinta dan Revan membuat cerita dimana isinya bully-bullyan, dan saya jadi salah atu korbannya lantaran engga terima tokoh di karyanya mereka berdua diparodiin. Karena dua makhluk ini, saya pun berinisiatif membuat cerita, maka terlahirlah cerita MJ vs MP ini yang engga disangka-sangka udah nipu banyak orang.

***


Cerita yang udah 13 chapter ini udah dapet 9ribuan pembaca, tapi yang vote dikit, engga nyampe 400an. Itu artinya yang baca ini ketipu sama judul dan covernya. Syukurlah kalo pembacanya sadar, kalo cerita ini emang engga layak dibaca.

Wajar aja sih kalo pembacanya ketipu, biasanya di wp itu kalo ada yang judulnya vs-vsan laku keras. Misalnya kayak, ketua kelas vs wakil ketua kelas, osis vs kepsek, atau kakak kelas vs adik kelas. Lah itu penghuni sekolah kerjaannya berantem mulu.

Ini bukti kalo Mj Vs Mp engga layak baca.



Yang ini nama tokohnya Ee’van, dia itu jelek tapi pengen banget dibilang ganteng sama cewek-cewek penghuni sekolahnya. 

Tuh kan apa sayang bilang, cerita ini emang engga jelas. Mana ada orang diinjek-injek berubah jadi ganteng! Tapi ini bisa loh digunain buat kalian yang engga pede sama muka kalian, kalian bisa tiru perbuatan di atas. Ya siapa tau abis diinjek-injek muka kalian bisa jadi ganteng.






 


Ini namanya Ee’rham diambil dari nama Rafindairham, dia itu hobi banget buat nyedot tinja. Cuma di sini, ada orang yang punya obsesi tinggi banget buat nyedot tinja, bagi dia tinja itu lebih daripada emas.



Namanya Cinta, cewek sadis ini emang doyan banget bikin cowok-cowok menderita. Salah satu korbannya si Coklat, biji otongnya sampe netes gara-gara ditendang sama dia.





Kan geblek banget. Ini kalo engga salah ceritanya mereka pengen ngebuktiin bahwa ada siswa yang diduga hantu.



Walau ceritanya engga jelas, tapi ada sisi romantisnya loh. Buktinya, wc bisa ngomong, baperan lagi. Si wc jongkok ini jatuh cinta sama sosok Ee’rham



Tuh kan dibilang apa si Cinta emang cewek sadis, ada cowok yang ngerangkul dia langsung dibanting.



Woy mana ada orang bersin bisa keluar mobil dari hidungnya!



Selain sadis dengan tangan kosong, si Cinta ini suka bawa-bawa gergaji mesin.



Ini ceritanya si guru BP tampan, namanya Niki, ya emang sih yang namanya Niki itu tampan. Tapi mana ada woy orang megang gagang pintu terus tangannya lepas!



Hmmm, ada yang ngerti maksud ucapan mereka?


Cinta emang bener-bener sadis, pala orang aja diamplas ke lantai sama dia.


Hebat kan ada orang yang jatuh cinta sama upil

Nah buat kalian yang mau ngetop di wp, kalian engga perlu bikin cerita yang rumit, bikin aja judul yang kayak ftv-ftv, terus bikin cover yang so sweet banget. Laku keras dah banyak yang baca. Ckckck.

Saya bersyukur loh, semakin ke sini cerita Mr Jengkol Vs Ms Pete semakin sedikit pembaca di tiap babnya. Itu artinya mereka udah sadar, dan cuma sesekali ketipu sama judul dan covernya. Tapi yah, semakin sedikit pembaca di setiap bab barunya itu, banyak loh yang ngalamin, engga cuma karya saya doang. Biasanya tuh cuma di bab pertama doang yang pembacanya banyak tapi bab-bab selanjutnya jadi makin sedikit. Hebat.

Semoga aja para pembaca karya fiksi engga ketipu sama judul dan covernya yang menarik. Lihat dulu sinopsisnya dan review-review dari yang udah baca. Dan jangan pernah baca Mr Jengkol Vs Ms Pete!




Friday, 16 February 2018

7 Tips Ini Cocok Banget Buat Kamu yang Jomblo Nikmatin Malam Minggu, Nomor 8 Bikin Kaget loh


Malam minggu merupakan malam horror bagi yang jomblo, melebihi seramnya malam jumat. Jika malam jumat seorang jomblo melihat penampakan setan, palingan setannya cuma sendiri. Biasa lah itu modus setan yang nakutin kamu, sebenarnya dia juga jomblo makanya dia nakutin kamu supaya hatinya senang, meski di dalam hati sebenarnya si setan ini sedang sedih dengan kejombloannya. Andai saja si setan yang nakutin kamu itu punya cara lain untuk menghibur hatinya, seperti mengajak kamu yang jomblo jalan, makan, trus nonton film romantis. Percayalah, si setan yang menakuti kamu akan mendapatkan kebahagiaan di dalam hatinya.

Coba bandingkan dengan malam minggu, ketika seorang jomblo jalan keluar sendirian. Sering kali dia melihat penampakan sepasang kekasih yang lagi pacaran, dan itu secara engga sadar membuat dirinya ketakutan. Belum lagi kalo si jomblo ini punya utang terus ditagih, dianggap buronan sama polisi, pernah mecahin kaca rumah orang terus yang punya rumah minta ganti rugi, engga boleh ikut ujian karena belum bayar spp di sekolahnya, pasti hidupnya engga bakal tenang.

Tapi tenang buat kamu yang jomblo, saya punya tips menghadapi malam minggu supaya engga berasa horror lagi. Dijamin deh kalo kamu ikutin tips ini belum tentu hidup kamu tenang.

1.      Banting hape kamu sendiri.
Teruntuk kamu yang suka bermedsos-medsos ria di hape, engga ada salahnya buat banting hape kamu sendiri sampe rusak. Toh kalo pun rusak, kamu sendiri yang rugi, iya engga?

Kan bisa dimatiin hapenya?

Lah, kamu tau sendiri kan hape itu benda mati, ya gimana mau matiin hapenya kalo hape sendiri itu benda mati yang udah mati. Gimana sih kamu, masa benda mati mau dimatiin? Kan aneh. Kecuali kalo hape ini benda hidup, yang bisa makan, minum, bernapas, berkembang biak, atau bergerak. Baru lah bisa kamu matiin.

2.      Tidur
Nah buat kamu yang engga mau dapat ejekan dari teman kamu atau engga mau melihat sepasang kekasih yang lagi pacaran, mending kamu tidur.

Kalo bisa kamu buat tempat tidur khusus yang jauh dari keramaian, misalnya buat lobang ukuran 1 x 2 meter, terus kamu masuk disitu dah. Kalo bisa juga pas kamu tidur kamu jangan bangun-bangun. Ini demi kenyamanan kamu supaya engga ketemu malam minggu lagi.

3.      Nonton tv
Kalo kamu engga mau tips nomor 1 sama nomor 2, kamu bisa pilih tips nomor 3. Gampang kan? Cuma nonton tv doang.

Biasanya kalo malam minggu itu suka ada pertandingan sepakbola, ini cocok buat kamu menikmati malam minggu. Hmm, tapi ya, mending engga usah nonton bola deh, nanti kamu jadi baper. Bola satu aja diperebutin, masa kamu yang punya dua bola engga diperebutin. Terus gimana supaya bisa diperebutin? Buat dua bola kamu jadi satu bola.

Hmmm, gimana kalo nonton sinetron. Pas tuh, biasanya kan kalo malam minggu juga ada sinetron. Kebanyakan sinetron sekarang tuh ya, isinya kdrt, tawuran, berantem engga jelas sama pacaran.

Yah ada pacarannya ya? Hmmm mending enggak usah nonton sinetron, nanti kamu baper lagi.

Hmmm, gimana kalo nonton acara komedi, toh dengan nonton acara komedi seengganya kamu bisa ketawa, belum lagi kalo di acara komedi itu ada cewek-cewek yang enak dipandang dan itu bisa buat kamu meratapi nasib kamu yang lagi jomblo.

Terus nonton apa?!
Mending nonton youtube lah, soalnya tv sekarang kebanyakan mentingin rating.

Tapi kalo kamu nonton youtube, ngeliat ada cewek yang komentar terus komentarnya banyak yang bales, pasti kamu jadi sedih lihat perasaan kamu yang engga pernah dibales sama si dia, dan akhirnya jomblo kayak sekarang. Ya udah mending engga usah nonton apa-apa.

Gimana kalo nonton di bioskop?

Engga usah deh, nanti baper liat orang yang nonton bawa pasangan terus kamu sendirian… sendirian… sendirian… Lebih baik uangnya ditabung terus transfer ke rekening saya.

4.      Baca buku
Ini cocok banget buat kamu yang hobi baca buku. Selain bisa mengusir kebosanan dan mengusir rasa sepi pas malam minggu, baca buku juga belum tentu bisa mengusir rasa kesepian di hati kamu. Apalagi kalo kamu baca novel yang romantis, yang bikin kamu baper, cocok banget buat dibaca di malam minggu.

5.      Nongkrong bareng sama temen
Pastikan saat kamu mau nongkrong sama temen kamu, kamu harus punya modal. Salah satunya modal mental yang kuat buat dibully, apalagi kalo nongkrong sama temen-temen yang bawa pasangan terus kamu engga. Kasihan ya.

Ya nongkrongnya jangan sama temen yang punya gebetanlah, tapi nongkrong sama temen yang nasibnya sama, sama-sama jomblo. Seengganya kan kalo kumpul sama temen yang jomblo, bisa jadian, ya enggak? Eh tapi kalo temen kamu yang jomblo masih satu jenis kelamin sama kamu, mana bisa jadian?

Ok lah, engga bisa jadian sama temen yang jomblo gara-gara masih satu jenis kelamin, tapi kan bisa becanda bareng, ngobrol bareng, curhat kenapa sekarang masih jomblo bareng.

6.      Kumpul sama keluarga
Ini buat kamu jomblo terus engga punya temen yang senasib. Kamu bisa kumpul sama keluarga kamu, tapi yah yang namanya kumpul sama keluarga itu kamunya harus udah nikah. Gimana mau kumpul sama keluarga kamu, kalo kamu sendiri masih jomblo. Kan yang namanya keluarga itu ada suami, istri atau bisa juga ditambah sama anak.

7.      Main game
Kamu bisa menghabiskan malam minggu horror kamu dengan main game. Sekarang kan banyak tuh jenis game baik di PC maupun di hape, ya tinggal kamu mainin sesuka hati kamu aja. Tapi kadang game itu bisa buat kamu ketagihan sampe lupa waktu, dan secara engga sadar kamu bisa lupa waktu buat nyari jodoh kamu sendiri. Pada akhirnya kamu jomblo seumur hidup. Lebih baik engga usah main game.


Jomblo itu bukan sebuah aib, jadi engga usah malu apalagi sampe bunuh diri. Lagipula kamu sendiri yang tau kapan saatnya kamu memiliki pasangan. Malam minggu bukanlah malam lah yang horror, setidaknya kaum jomblo yang menikmati malam minggunya dengan hal-hal yang bermanfaat itu lebih baik daripada yang pacaran.

Thursday, 15 February 2018

Sebuah Nama Untuk Anakku




Dahulu dan sekarang memang sudah berubah 180 derajat. Jika dahulu, seorang siswa ketahuan kukunya panjang dan berwarna hitam, tak segan gurunya langsung memukul jemari-jemari siswa itu dengan penggaris. Sakit? Ya dipukul itu memang sakit, tapi siswa dahulu tidak dendam, malah jika mereka melapor ke orang tua, yang ada mereka justru diomeli.

“Kamu sih, makanya kalau di sekolah dengar kata guru, ikuti kata guru!”
Biasanya kalimat omelan seperti ini yang diterima siswa jaman dahulu. Dan orang tua mereka pun mengerti jika anaknya yang salah.

Kini, harga diri guru seakan terinjak. Jika kejadian memukul siswa dengan penggaris terjadi lagi, yang ada siswanya mengadu ke orang tua, dan orang tua tak sedikit yang tak segan-segan membawa kasus ini ke ranah hukum, bahkan tega memenjarakan gurunya. Ironis sekali, saat pahlawan tanpa tanda jasa yang jasanya besar harus menerima coretan hitam dan mendekam di balik jeruji. Jika seperti itu, wahai orang tua, ketahuilah anakmu disekolahkan itu untuk dididik agar menjadi manusia sesungguhnya.

Dahulu, siswa pun selalu menghormati gurunya, menjaga ucapannya, menjaga perilakunya. Kini? Kalian sudah tahu sendiri.
***
Rafi dan Cinta adalah sepasang kekasih yang baru saja menikah. Keduanya pun sudah mengenggam gelar S. Pd. Apa itu S. Pd? S. Pd itu adalah sarjana penuh derita.

Saat keduanya kuliah mereka selalu dipusingkan dengan tugas-tugas dan coret-coretan skripsi. Setelah lulus, mereka susah mencari pekerjaan untuk mengajar di sekolah. Dan ketika sudah diterima di sekolah, mereka harus sabar menahan diri menghadapi perilaku-perilaku anak jaman now. Ya derita, hidup ini memang selalu derita.

Malam ini, tampak wajah kedua pasang suami istri sedang berbahagia. Kebahagiaan pertama adalah keduanya tak sabar menantikan buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam keluarga kecil mereka. Kebahagiaan kedua adalah Cinta selalu memberi semangat kepada Rafi untuk bisa mengajar di sekolah.

Di dalam sebuah ruang keluarga.
“Jika anakmu lahir, kamu ingin anakmu besar nanti mau menjadi apa?” tanya Cinta.
Rafi pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sontak hal itu membuat Cinta bingung.
“Kamu kenapa, Mas?”
“Kamu gimana sih? Aku kan cowok, mana bisa aku lahirin anak.”
“Mas, kamu jangan polos kayak gitu juga kaliiiii!”
Lalu keduanya pun tertawa.
“Oh iya, Mas, kalau anak kita lahir. Aku ingin anak kita itu jadi seorang presiden.”
“Engga bisa!” tegas Rafi.
“Kenapa engga bisa? Harusnya didoakan, Mas, agar anak kita jadi presiden.”
“Ya engga bisa lah, anak baru lahir masa udah jadi presiden. Kamu tau sendiri kan? Masih setahun lagi pemilu, ngaco kamu.”
“@%$$^%$$#$%&%&^$‼‼”
“Ngomong apa kamu?”
“Marah-marah itu, Mas.”
Entah bagaimana ceritanya, seorang Cinta dahulunya bisa jatuh cinta pada pria seperti Rafi ini. Enggak ada romantis-romantisnya sama sekali. Meski tak bisa romantis dan membuat candaan, itulah yang membuat Cinta jatuh hati pada seorang Rafi. Selain membicarakan tentang anaknya, keduanya pun membicarakan tentang pekerjaan. Pekerjaan yang kini belum didapat oleh suaminya.
“Aku besok ada tes di sekolah. Doain aku ya, semoga lulus.”
“Iya, Mas, aku selalu doakan kamu supaya lulus.”
“Dih, kok didoain lulus sih?”
“Lah, harusnya memang didoakan lulus,” ucap Cinta yang agak sedikit bingung.
“Kamu ini. Kamu tahu kan kalau anak sekolah lulus, dia masih belajar di sekolahnya engga?”
“Engga, kan udah lulus.”
“Nah sama, masa aku lulus di sekolah tempat aku mau ngajar. Kalau aku lulus berarti aku engga ngajar di sekolah itu dong?”
“Tesnya, Maaaas, yang luluuuuuus, bukan kamunya yang engga ngajar di sekolah ituuuuuuuu!”
Seusai sedikit berbagi tawa bersama, keduanya pun segera bergegas untuk tidur demi menyambut hari esok.

***

Pagi ini, Rafi dan Cinta bersiap-siap untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Jika Cinta sudah mengajar di salah satu ponpes yang tak jauh dari tempat tinggalnya, Rafi masih harus mengikuti seleksi perekrutan guru di sebuah sekolah SMA yang punya nama. Maski keduanya berada di satu atap rumah yang sama, mereka menjalani profesinya masing-masing di atap sekolah yang berbeda.
Setelah melewati tahapan mulai dari tes tertulis, microteaching, dan wawancara. Rafi pun dinyatakan lulus, dan dia pun diterima sebagai pengajar di sekolah yang dilamarnya. Tentu kabar bahagia ini rasanya tak lengkap jika orang yang dicintainya tak diberitahu.

Saat malam tiba, Rafi membawakan dua bungkus nasi padang. Nasi padang merupakan makanan favorit bagi istrinya itu. Di meja makan yang biasanya dihuni oleh nasi beserta lauk-pauknya kini tampak kosong, itu dikarenakan nasi dan lauk pauknya kabur dari rumah mereka, nasi dan lauk-pauknya trauma setelah melihat nasi dan lauk-pauk yang sudah-sudah dilahap begitu saja oleh sepasang suami istri tersebut.
“Hosh hosh hosh, kita selamat,” ucap nasi.
“Akhirnya kita bisa kabur juga,” ucap lauk-pauk.
Woy mana ada nasi sama lauk-pauk kabur gara-gara takut dimakan?!
Bukan begitu ceritanya.
Meja makan sengaja dikosongkan, karena sebelumnya Rafi ingin memberi kejutan bagi sang istri. Kini keduanya sudah duduk di tempat duduk masing-masing.
“Taraaa, aku bawa apa ini?”
“Nasi padang!” seru Cinta dengan mata berbinar-binar.
“Ya, tepat sekali. Karena kamu benar, maka kamu dapat nasi padang ini.”
“Horeeee!”
Alangkah bahagianya Rafi kala melihat istrinya itu senang.
Dan di hari berikutnya, sepasang suami istri ini pun sudah mengajar di sekolah masing-masing.

***

Kurang lebih sembilan bulan berlalu.

Sudah sekitar dua bulan, Cinta cuti dari sekolahnya, dia ketahuan hamil oleh pihak sekolah. Awalnya pihak sekolah ingin memberhentikan Cinta, namun tidak jadi lantaran Cinta ini seorang guru, bukan siswa.

Bagi keluarga kecil yang belum dikaruniai seorang anak, anak adalah impian yang tak ternilai harganya. Hanya dengan melihat senyum seorang anak, rasa lelah yang diderita ayah atau pun ibu seusai bekerja seakan hilang larut dalam senyumannya. Itulah yang kini sebentar lagi dialami oleh Rafi maupun Cinta. Bagi Rafi, menjadi seorang ayah adalah impiannya sejak kecil. Tapi tidak bagi Cinta, dia tidak pernah ingin sekali menjadi seorang ayah, lantaran Cinta adalah seorang perempuan.
Pagi ini, sebelum berangkat mengajar. Rafi mencium perut besar sang istri dengan hidungnya.
“Sebentar lagi, kamu akan melihat indahnya dunia. Semoga kamu menjadi anak soleh, oh bukan tapi anak Rafi. Karena ayahmu ini bernama Rafi bukan si Soleh.”
Setelah itu, Cinta mencium tangan sang suami.
“Kamu hati-hati ya, Pah.”
“Kamu juga, jaga buah hati kita.”
Dan Rafi melangkahkan kakinya menuju tempat dimana dia mengajar.
Setelah itu Cinta sengaja menjatuhkan diri agar kandungannya gugur. Ya enggaklah, mana ada seorang ibu yang mau membunuh anaknya sendiri, kecuali bagi mereka yang sengaja melakukan hal itu dan tak ingin aibnya terbongkar.

***

Sebelum memulai jam mengajarnya, Rafi sempat sedikit bercanda dengan rekannya yang bernama Pak Imam di kantor guru.
“Wah, selamat ya sebentar lagi Pak Rafi punya anak,” ucap Pak Imam yang duduk tak jauh dari Pak Rafi.
“Hmmm, saya lagi pusing nih mikirin nama calon anak saya nanti, Pak Imam ada ide engga?”
“Hmmmm, gimana kalau Imam?”
“Wah boleh tuh, Pak, saya setuju dengan usulannya. Jadi saya berencana menamai calon anak saya itu Revan kalo dia laki-laki atau Nunun kalo dia perempuan.”
“Imam, Pak, bukan Niki atau si Nunun.”
“Lah kan saya bapaknya, terserah saya dong mau kasih nama calon anak saya itu apa.”
“Lah tadi ngapain juga minta saran.”
“Simpen dulu ah namanya di hape, biar engga lupa.”

***

Entah apa yang diinginkan anak jaman sekarang, ingin menjadi seorang jagoan kah? Ingin diakui kah? Kenapa pula tingkahnya itu seperti seorang jagoan, pahadal jika ingin jadi jagoan, kalahkanlah penjahat-penjahat di muka bumi ini seperti menjadi power rangers atau ultraman.
Tahu kah guru kalian itu tentunya ingin mendidik kalian agar lebih baik lagi. Saat kalian tidak naik kelas atau pun tidak lulus, mereka lah orang pertama yang ikut tenggelam dalam kesedihanmu, makanya mereka selalu berusaha membuatmu menjadi lebih baik lagi. Mereka pun hanya manusia biasa, kadang bisa marah, sedih atau pun terluka. Jadi janganlah sakiti mereka. Mereka tak peduli dibayar murah, karena hati mereka sudah ikhlas memberikan segala ilmu untuk anak didiknya.

***

Di dalam kelas yang dihuni oleh para siswa kelas sebelas, Rafi yang selalu sabar menghadapi para peserta didiknya kini menemukan satu peserta didik yang entah ingin menjadi apa. Anak itu dengan sengaja mencoret dan melempar buku milik teman sebangkunya sehingga membuat Rafi yang sedang memberi materi di depan kelas, sedikit terganggu. Rafi yang melihat anak didiknya yang berbuat onar mencoba menasehatinya dengan lemah lembut.
“Nak, sudah jangan ganggu yang lain. Kita di sini untuk belajar bukan untuk mengganggu …,” ucap Rafi dengan lembut.
Bruk!
Anak itu langsung bangun lalu menggebrakan meja dengan tangannya.
“Nya nya nya, lo berisik banget sih. Lagi dapet ya?”
“Orangtuamu menyekolahkanmu untuk menjadi manusia yang berpendidikan dan berakhlak.”
“Terserah gue, Pak, mau jadi apa. Lo engga usah ikut campur masa depan gue!” bentak anak itu.
“Silahkan kamu keluar dari kelas ini, di sini untuk belajar bukan untuk mengganggu yang lain. Kalo kamu engga suka diberi nasehat lebih baik kamu enggak usah sekolah!” tegas Rafi yang sudah mulai tersulut emosi.

Tak pernah sekali pun Rafi dibentak ini sebelumnya, bahkan ketika masih menjadi mahasiswa, semua orang yang dia temui di kampus begitu ramah. Tak hanya itu, keramahan selalu dia dapat ketika saat masih berseragam sekolah.

Rafi tahu bahwa jika dia gegabah untuk bermain tangan, akan menjadi hal buruk baginya. Namun Rafi juga seorang manusia biasa, yang bisa saja keluar amarahnya. Dan Rafi memilih untuk kembali berjalan ke depan kelas, tak lebih untuk sekedar menenangkan emosinya.
“Woy, Pak, jangan kabur gitu aja lo! Lo engga sadar apa, udah ganggu gua!” teriak anak itu.

Melihat Pak Rafi yang terus berjalan, si anak itu berlari mendekati Rafi. Tak pelak, anak itu langsung memberi pukulan di bagian pundak Rafi, sontak saja Rafi seketika terjatuh.
Luapan emosi yang mengalir di darah si anak tersebut tak mampu terbendung lagi, melihat Pak Rafi yang masih dalam keadaan terjatuh menjadikannya kesempatan bagi si anak untuk memberi pukulan kedua dan seterusnya.

Meski dihujani beberapa pukulan, Pak Rafi tetap tak mau melawan. Anak-anak yang berada di dalam kelas langsung memisahkan anak itu dengan Pak Rafi. Luka memar kini membalut wajah Pak Rafi, tak hanya itu ada bagian perut Pak Rafi yang turut terkena pukulan.

***

Di lain tempat, Cinta sudah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses kehamilannya.

Setelah dibantu oleh dokter dan para perawat, lahirlah seorang buah hati dari kandungannya Cinta. Meski terasa sakit, sakit itu pun hanyut saat bayi kecil itu tertidur pulas di samping dirinya.
“Apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita?” tanya Cinta pada dirinya sendiri sambil membayangkan sosok suaminya.
“Dia tampan seperti ayahnya. Semoga setelah hari ini, kita bertiga bisa hidup bahagia selamanya,” ucap Cinta.
Dalam pikirannya, Cinta membayangkan dirinya duduk bersama suami dan anaknya. Tersenyum bahagia, melihat sang bayi kecil.

Dalam pikirannya, Cinta membayangkan jika anaknya besar nanti menjadi anak yang berbakti dan hormat kepada orang tua, guru dan orang-orang yang lebih tua dari anaknya.
Dalam pikirannya, Cinta membayangkan jika anaknya besar nanti mampu menjadi anak yang periang, bersahabat dengan siapa pun dan dapat mencari istri yang cantik, kaya dan juga punya banyak harta warisan. Kan lumayan.

***

Namun, apakah bayangan Cinta tentang senyum dirinya bersama suami saat melihat anaknya bisa terwujud apalagi dikala saat ini Rafi sedang dilarikan ke rumah sakit akibat luka parah yang dia dapatkan. Ditemani oleh beberapa rekan guru lain di dalam ambulan, termasuk Pak Imam, Rafi mencoba kuat menahan luka parahnya. Kesadaran Rafi saat berada dalam ambulan, terkadang hilang terkadang muncul. Ada tetes air mata bagi Rafi saat kesadarannya muncul, dia mengingat bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah.
Beberapa saat kemudian, ambulan yang membawa Rafi pun sampai di rumah sakit. Rafi langsung dilarikan untuk diberi pertolongan pertama di ruang UGD.
Rekan-rekan guru yang turut mengantarkan Pak Rafi hanya bisa pasrah sambil berdoa di ruang tunggu.

Lima menit kemudian, dokter yang memeriksa keadaan Rafi keluar dari ruangannya. Di hadapan para rekan guru, dokter itu hanya bisa menarik napasnya sambil menggelengkan-gelengkan kepala. Seketika, air mata tak terbendung dari mereka yang mencoba menyelamatkan Rafi. Di antara mereka yang paling kehilangan adalah Pak Imam. Pak Imam merupakan sahabat Pak Rafi, teman curhat, teman suka dan teman duka. Dan Pak Imamlah yang dipercaya untuk menyampaikan sebuah nama untuk anaknya jikalau dirinya memang harus pergi dari dunia ini.

Flashback on

Saat Pak Rafi dibawa oleh rekan-rekan guru keluar dari kelas, Pak Imam yang merangkul tubuh Pak Rafi diberikan amanat.
“Titip nama ini untuk anak saya, jika saya harus pergi,” ucap Pak Rafi.

Flashback off

Mendengar berita kepergian Pak Rafi, Pak Imam bergegas menuju kediaman Pak Rafi. Sayangnya, istri tercinta Pak Rafi tak ada di rumah. Tak salah jika tetangga itu lebih daripada saudara. Saat Pak Imam tak tahu keberadaan istri Pak Rafi, dia diberitahui keberadaan istri temannya itu.

***

Cinta yang masih berbaring di atas ranjang didampingi oleh bayi kecilnya merasa bahagia saat melihat gagang pintu dalam ruangannya bergerak. Cinta berharap itu adalah suaminya.
Terkadang harapan tidak sesuai kenyataan. Itu pun dirasakan oleh Cinta, saat pintu terbuka bukanlah suaminya yang datang pertama kali menemui dirinya, melainkan Pak Imam, sahabat suaminya sendiri. Pak Imam yang menahan kesedihannya di hadapan istri sahabatnya itu, seketika tersenyum.
“Mirip ayahnya, ya?” tanya Pak Imam.
“Iya. Kemana dia?” tanya Cinta.

Pak Imam yang ingin memberitahu langsung akan keadaan Pak Rafi, tak mampu menjawab pertanyaan dari istri sahabatnya itu. Cepat atau lambat, kabar mengenai kepergiaan Rafi untuk Cinta pasti akan terdengar juga, dan tak bisa disembunyikan. Cepat atau lambat pula, kesedihan Cinta pasti akan datang juga.

Pak Imam memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Cinta. Dia langsung memberikan hp milik sahabatnya itu kepada orang yang sedang menanti kedatangannya.
“Hanya ini yang bisa aku berikan darinya untukmu.”
Seketika Pak Imam langsung berjalan meninggalkan ruangan ini.
“Jadi dia?” tanya Cinta yang masih berbaring.
“Dia menunggumu di tempat yang lain.”

Seketika air mata itu pun pecah, mengalir deras di pipi istrinya. Impian yang dibayangkan pada hari ini, pupus sudah di hari ini pula. Cinta tak bisa menyalahkan siapa pun, karena ini sudah takdirnya, apa pun caranya. Yang dia bisa lakukan adalah menjadikan anaknya agar menjadi orang baik, hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya, menyayangi teman-temannya, berguna bagi nusa, bangsa dan negaranya, jangan pernah melawan orang yang menyanyangi dan mendidiknya. Agar kelak generasi ini cerdas dan bermoral.