Beraklah Kamu, Ketika Ingin Berak

15 Comments
Beraklah Kamu, Ketika Ingin Berak
Pernah enggak sih kalian berak?
Terus kalian berak dimana?
Celana? Empang? Kolong jembatan? Di tengah jalan? Apa di dalam wc? Atuh jangan lah ngapain kalian coba masuk ke dalam wc
Berbicara tentang berak? Apa sih definisi berak itu bagi kalian? Tulis ya di kolom komentar
Kalo menurut saya sih berak itu ee

Saya tuh pas pertama kali berak itu ketika masih kecil, atau tepatnya masih bayi. Seperti bayi pada umumnya, ya kalo berak itu langsung aja di celana. Hal itu sebenarnya ingin saya pertahankan sampai saat ini, tapi apa daya saya memiliki pengalaman berak di celana ketika masih kelas 1 SD dan itu rasanya memalukan sekali. Atas dasar bawah kiri kanan itu, saya memutuskan untuk tidak berak di celana lagi, melainkan berak di pantat.
Sebenarnya sih berak di celana itu enak loh, tinggal crot keluar, terus buang deh celananya, jijik kan kalo misalnya cuci celana sendiri yang banyak ampasnya.
Ketika saya masih kecil, ya sekitaran di bawah bocah-bocah SD lah. Saya sering kali berak di kebun. Kebetulan dulu kebunnya masih luas, banyak pepohonan, ada pohon mangga, kelapa, nangka. Untung aja pas enak-enaknya berak, saya enggak pernah ketimpa sama buah yang ada di pohon tersebut. Coba jangan dibayangkan, lagi asik-asiknya berak di kebun terus ada kelapa jatuh ke kepala. Bisa-bisa gagal acara beraknya. Tapi yang lebih disayangkan lagi kalo ada buah jatuh terus nimpa tokai, wah sayang banget. Keindahan bentuk tokai jadi rusak ketimpa buah-buahan yang jatuh.
Ketika beranjak dewasa, saya memutuskan untuk tidak berak di kebun lagi. Karena malu? Bukan, karena kebunnya udah enggak ada. Ya sekarang kebunnya udah berganti menjadi rumah tetangga. Ya kali berak di rumah tetangga, yang ada malah diberakin tetangga.

***
Hal yang enak ketika berak itu adalah ngeden. Yap, enak banget tuh apalagi kalo tokainya keluar semua sampe ujung, mantul!
Hal yang enggak enak ketika berak itu adalah ketika ada kecoa. Jujur ya pas ada kecoa, konsentrasi berak itu hilang. Fokusnya malah ke kecoa, alhasil produksi yang ingin dikeluarkan tidak keluar semua. Sementara yang membutuhkan itu banyak, jadi bisa dibayangkan kalo hasil produksi sedikit dan daya beli itu banyak bisa terjadi kenaikan harga produksi, begitu pula dengan berak. Hasil ngeden sedikit gara-gara ilang fokus terus keinginan pengen berak banyak, ya hasil berak juga bakal terjadi kedikitan. Lah ngaco nih teori.
Ada lagi hal enggak enak ketika berak, yaitu ketika eenya encer. Kalo eenya encer itu bunyinya doang yang banyak, prepet prepet prepet, udah kayak orang perang tapi hasilnya seencrit.

***
Pernah enggak sih kalian mengalami dilema, saat perut kalian lapar terus ingin makan tapi perut kalian juga mules pengen berak. Apa yang akan kalian lakukan? Makan sambil berak kah di meja makan? atau berak sambil makan di atas wc? Kalo saya sih mending berak dulu abis itu cebok, terus makan. Ya kali berak enggak nyebok terus makan. Ihhh
Ngomongin tentang berak, kalian lebih suka berak di wc duduk apa wc tongkrong? Sebenarnya enggak boleh loh berak di wc duduk. Kasian wc duduknya, udah duduk eh malah didudukin, itu enggak sopan. Lebih baik ketika ingin berak di wc duduk, wc duduknya suruh berdiri dulu terus kita berak deh di wc duduk. Sebenarnya enggak baik juga loh duduk di wc nonkrong. Bayangin aja nih kita kalo lagi nongkrong sama temen-temen, terus tiba-tiba diberakin sama orang. Kan kurang ajar banget tuh orang, lagi enak nongkrong eh diberakin. Enggak baik itu berak di wc nongkrong. Baiknya itu kita tunggu dulu sampe si wc selesai nongkrong. Abis itu berakin deh kalo udah selesai nongkrongnya.
***

Jadi pesan saya, “Beraklah kamu, ketika ingin berak!”

Indonesia Bisa Juara AFF Tahun Ini Asal …

1 Comment
Indonesia Bisa Juara AFF Tahun Ini Asal …
Judul : AFF Cup 2018 part 1

Pemain : Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Vietnam, Timur 
Leste, Kamboja, Laos

Tanggal Rilis : 8 November 2018

Sinopsis : Setelah terjebak dalam lingkaran runner up selama 5 kali. Kini Indonesia harus bertarung mati-matian untuk menjadi penguasa di Asia Tenggara. Piala AFF 2018 menceritakan tentang Indonesia yang mencoba menjadi penguasa di kawasan Asia Tenggara, namun tak semudah itu untuk menjadi raja di kawasan Asia Tenggara. Indonesia harus menghadapi lawan-lawan tangguh di babak penyisihan grup seperti Singapura yang sudah menjadi pemenang di ajang ini dengan 4 gelar, kemudian Thailand si penguasa Asia Tenggara dengan 5 gelar, Filipina dengan sejumlah pemain naturalisasinya serta mantan pelatih eks timnas Inggris Sven Goran Erikson. Mungkin lawan yang mudah dihadapi dalam penyisihan grup ini adalah Timor Leste.
Di bawah kepimpinan Bima Sakti, Indonesia mencoba menerobos kokohnya tembok kawasan Asia Tenggara yang selama ini masih gagal untuk digenggam. Di sisi lain, Thailand mencoba menjauhkan jumlah gelarnya dari yang lain. Hanya tinggal 1 gelar saja membuat Thailand bisa menguasai dunia. Ya, 1 gelar cukup untuk Thailand untuk menghilangkan separuh populasi manusia di bumi ini agar bisa menjaga keseimbangan dunia. Apakah Indonesia berhasil menghalangi niat Thailand?

Review saya :

Indonesia bisa sih juara AFF tahun ini asal… menang terus sampe final, yakin dah juara. Atau seenggaknya lawan Indonesia pada kalah semua. 

Ini Dia Penjelasan Tentang Uang Sepuluh Ribuan Meski Ditambahkan Nol Tidak Akan Menjadi Uang Seratus Ribuan

5 Comments
Ini Dia Penjelasan Tentang Uang Sepuluh Ribuan Meski Ditambahkan Nol Tidak Akan Menjadi Uang Seratus Ribuan

Ada yang bilang katanya duit pecahan sepuluh ribuan kalo ditulis angka nol di belakang angka 10.000, nominalnya bisa menjadi seratus ribu. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar. Bagi kalian yang penasaran dan ingin mencobanya silahkan saja, tapi itu percuma dan enggak mempengaruhi nominalnya. Duit sepuluh ribu tetap saja sepuluh ribu meskipun kalian tambahkan angka 0 di belakang angka 10000. Soalnya saya pernah mencoba seperti itu. Harapan saya saat itu nominalnya yang dari 10.000 berubah menjadi 100.000, namun usaha saya sia-sia. Nilainya tetap 10.000.
Ada beberapa hal yang membuat uang sepuluh ribuan meskipun ditambahkan nol di belakangnya tidak akan pernah menjadi uang seratus ribuan. Berikut ini penjelasannya

  • Warnanya beda

Seperti yang kita ketahui, uang lembaran sepuluh ribuan itu saat ini berwarna ungu, ya kurang lebih ungu dah. Sementara seratus ribuan itu warnanya merah. Jelas usaha kalian jika menambahkan angka nol di belakang 10.000 akan sia-sia, sebab jika kalian tulis angka nol dengan spidol hitam tentunya angka 10.000 dengan angka 0 yang kalian tulis akan berbeda, pasti berbeda lah. Belum lagi tulisan kalian akan beda dengan tulisan angka 10.000 yang berada di uang sepuluh ribuan.



  • Ada tulisannya

Dalam uang lembaran, selain angka juga ada tulisan. Misalnya di uang lembaran 10.000 di bawahnya juga tertera tulisan sepuluh ribu rupiah. Meski kalian tambahkan nol di belakang angka 10000, itu tak akan mempengaruhi tulisan yang tertera di lembar uang tersebut, tulisannya tetap sepuluh ribu rupiah, dan tidak akan berubah menjadi seratus ribu rupiah. Saya pernah mencobanya loh. Untung saya kasih tau sebelum kalian melakukan hal yang sia-sia tersebut.

  • Gambarnya beda

Lembaran uang sepuluh ribuan dan seratus ribuan jelas berbeda. Jadi meski kalian udah nambahin angka 0 di belakang 10000, gambarnya tetap akan sama, tidak akan berubah. Ingat itu. Pada uang lembaran sepuluh ribuan ada gambar pahlawan dari Papua, sementara di uang lembaran seratus ribuan, ada gambar Ir Soekarno dan Moh Hataa, jadi enggak mungkin gambarnya ikut berubah.



Tapi kalo kalian ingin mencoba melakukan hal itu, ya siapa tau kalo ditambahin angka 0 bisa berubah jadi seratus ribuan, ya coba aja. Ingat ya, jangan menyesal kalo nominalnya enggak berubah. Saya udah antisipasi loh


Coklat dan Revishit!

20 Comments

Persahabatan yang dijalani oleh Tiara, Okta, Nia, Arul, Ival dan Coklat ibarat sebuah keluarga. Misalnya Okta menjadi ibunya, Coklat menjadi ayahnya dan sisanya menjadi anak-anaknya. Sayangnya, Okta engga mau jadi istrinya Coklat, akhirnya batal deh persahabatan mereka yang udah kayak keluarga. Bukan kayak gitu, yang dimaksud dengan sebuah keluarga itu mereka merasakan senang dan sakit bersama. Misalnya suatu hari Coklat engga masuk ke kampus gara-gara sakit, dan yang lainnya pun engga masuk kampus juga. Lantaran sakit juga? Bukan, tapi lantaran ingin merasakan engga masuk kayak si Coklat. Jangan sesekali mencontoh perbuatan seperti itu ya, tapi contohlah berkali-kali.

Suasana kekeluargaan diantara keenam mahasiswa itu sangat erat terasa meski mereka berbeda semester, itu bukanlah suatu halangan, seorang teman tak memandang tinggi rendah derajatnya orang lain. Ada saatnya ketika pulang kuliah, mereka berenam menghabiskan waktu untuk menikmati kebersamaan. Misalnya saja ketika sang ketua genk, Tiara, berulang tahun. Tiara tak segan-segan untuk mengajak kelima temannya itu untuk makan bersama di sebuah cafe.

Seperti layaknya seorang kekasih, mereka berenam pun duduk saling berhadap-hadapan, berhadapan-hadapan sama tembok. Mereka berenam memang duduk berhadap-berhadapan, Ival berhadapan dengan Nia, Arul berhadapan dengan Tiara, Coklat berhadapan dengan Okta namun sangat disayangkan ketika Coklat berhadapan dengan Okta, Coklat kalah WO gara-gara tidak hadir ketika pertandingan berlangsung. Dengan demikian, Coklat tidak berhak masuk ke semifinal. Di lain pertandingan, Ival menang tipis saat berhadapan dengan Nia. Ival menang 1-0, dengan begitu Ival akan berhadapan dengan Okta di babak semifinal. Kok jadi beginian sih?

Inilah posisi duduk mereka berenam. Di bangku kiri ada Okta, bangku tengah ada Tiara, dan bangku kanan ada Nia, sementara di hadapan mereka, di bangku kiri ada Ival, bangku tengah ada Arul dan bangku kanan engga ada Coklat. Coklat lebih senang duduk lesehan.
“Acara apa nih, tumben Tiara ngajak kita ke cafe?” tanya Coklat dengan wajah ceria.
“Acara makan-makan, Tiara ulangtahun, Klat,” jawab Nia.
“Oh gitu ya? Wah kalo kayak gini, sering-sering aja ulangtahunnya, kalo bisa sih setiap hari.”
Ulang tahun kok tiap hari? tanya dalam hati Tiara, “ya udah kalian mau pesen apa, nanti gue yang bayarin,” kata Tiara.
“Bener nih dibayarin?”
“Ya bener.”
“Ya udah deh, gue pesen yang mahal aja.”
“Sama kita juga,” kompak Arul dan Ival.
“Kita juga deh, Tir.” Kini giliran Nia sama Okta.
“Ok deh, pokoknya pesen apa aja, gue yang bayarin,” senyum Tiara, kampret lo pada, nyiksa dompet gue aja, lanjut dalam hatinya.

Begitulah kalo punya temen yang engga tau diri, biadab semua lah. Untung aja Tiara orangnya sabar, sebenarnya sih engga sabar cuma udah terlanjur ngomong mau dibayarin, gengsi dong kalo harus nelen ludah sendiri. Mau engga mau Tiara menuruti permintaan dari teman-temannya itu.

Lalu Tiara memanggil mas-mas pelayan. Entah jurus apa yang dimiliki Tiara, si mas-mas pelayan itu pun menuruti panggilan Tiara. Dia mau aja disuruh-suruh, kalo gue mah engga bakal mau disuruh-suruh. Sampainya di tempat duduk mereka berenam, si pelayan lalu menawarkan diri, wah parah, murahan banget jadi pelayan sampe dirinya ditawar-tawarin.
“Mau pesan apa?”
“Adanya apa, Mas?” tanya Coklat.
“Anda bisa lihat di buku pesanan.”
“Di buku pesanan itu gambar semua, Mas, masa saya mau makan gambar.”
Golok mana golok? ujar dalam hati mas-mas pelayan, “itu hanya contoh, Mas.”
“Masa saya dikasih makanan contoh? Saya maunya makanan beneran, Mas.”
Au ah, susah ngomong sama lo! Si mas-mas kesel dalam hatinya, “iya nanti yang dimakan itu makanan beneran, Mas. Itu memang sebagai contoh.”
Ooooh, tapi makanan beneran itu sejenis makanan apa ya?”
Lama-lama nih orang gue bunuh nih! Si mas-mas kesel banget dalam hatinya, dia pun udah engga sanggup ngadepin Coklat, akhirnya si mas-mas ini mengusir mereka dengan cara halus, “maaf, Mas, Mba, cafe ini udah tutup sejam yang lalu. Maaf ya.”

Ya begitulah jikalau seorang tidak kuat iman dan mental menghadapi ucapan si Coklat. Coklat, Arul, Ival, Nia dan Okta dilanda kekecewaan yang sangat mendalam di lubuk hatinya masing-masing, bagaimana tidak? Kesempatan mereka untuk makan gratis sirna. Berbeda dengan Tiara, dia justru senang karena duitnya tetap utuh.
“Yes duit gue masih utuuuuuh!”

****
Yap itulah salah satu tulisan di buku saya yang terbaru "Revishit!"
Gimana lucu enggak?
Revishit ini bercerita tentang si Coklat, wah si Coklat yang gila itu ya? Iya bener banget.
Bukunya bercerita tentang kehidupan gila si Coklat dan sahabat-sahabatnya pas masa kuliah, namun persahabatan si Coklat dengan salah satu sahabatnya, Arul, sempat putus karena ada satu hal yang terjadi. Hal apakah itu? hmmm nanti ketemu kalo pas dibaca mah.
Selain itu juga Coklat harus berjuang saat mengerjakan skripsi. Ya ada aja kesulitan yang dihadapi si Coklat saat skripsi. Tapi akhirnya lulus juga sih, karena dia itu pinter.

Bagi yang kangen sama si Coklat atau penasaran sama cerita si Coklat pas kuliah, monggo beli bukunya 

Kalian bisa beli bukunya di Tokopedia


REVISHIT


Penulis: Niki Setiawan
Genre : Komedi
Penerbit : Guepedia Publisher
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : 272 halaman
Harga : Rp 98.000


Noviyana dan Tom

14 Comments
Noviyana dan Tom

Tom, itulah nama yang diberikan oleh seorang penyayang kucing. Sebut saja seseorang itu Noviyana. Tom merupakan kucing berjenis kelamin laki-laki yang lahir dari induk kucing, namun si induk kucing ini meninggal dunia ketika melahirkan si Tom. Meski awalnya Noviyana merasa sedih harus kehilangan si induk, Noviyana masih tetap mendapatkan penggantinya

.

Waktu terus berlalu, hingga Tom sudah beranjak dewasa. Banyak kenangan yang sudah Noviyana dan Tom lalui dalam kurun waktu Tom beranjak dewasa. Noviyana selalu mengajari Tom dalam berbagai hal, seperti mengajari Tom memijat dirinya, kan lumayan dapat pijatan gratis. Mengajari Tom agar tidak memakan makanan jika belum diberi aba-aba, ya walau kadang Tom lebih sering tidak memakan makanan yang diberikan Noviyana lantaran Noviyana selalu lupa memberi aba-aba untuk Tom. Ada banyak hal yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Tom selalu menunggu Noviyana di depan pintu rumahnya ketika Noviyana pulang dari sekolah. Tom tidak berani memasuki rumah sebelum ada majikannya itu. Lantaran Tom menurut dengan Noviyana? Bukan, karena ibu Noviyana selalu melarang Tom untuk memasuki rumah.
Saat malam datang, Tom selalu tidur di kamar Noviyana, meski tidak satu ranjang. Ya itu bisa bahaya kalo satu ranjang.

Hal yang paling disukai oleh Noviyana ketika berada di dekat Tom yaitu menyentil bijinya Tom. Bijinya Tom mengingatkan Noviyana akan mainan masa kecilnya, kelereng. Bisa dibilang Noviyana selalu bernostalgia ketika menyentil biji tersebut yang seakan-akan seperti menyentil kelereng, dan bagi Tom itu adalah hal yang paling mengenakan baginya.

Karena Tom sudah beranjak dewasa dan menjadi hewan kesayangan Noviyana, perlahan-lahan Tom memiliki perasaan kepada Noviyana. Namun Tom sadar, bahwa dia ditakdirkan sebagai seekor kucing yang tak bisa menjadi pasangan hidup Noviyana. Suatu malam, Tom yang galau memikirkan perasaannya itu memutuskan untuk pergi dari rumah. Diam-diam Tom juga membawa kulkas, tv, sepeda motor milik keluarga Noviyana. Ya enggak lah!

Saat pagi menjelang, Noviyana yang biasanya melihat Tom sesudah bangun tidur terkejut akan keberadaan Tom yang sudah tidak ada di kamarnya.
“Tooooooom!” teriak Noviyana dengan diiringi rasa kehilangannya
Saat itu pula Noviyana selalu mencari keberadaan Tom.

Seminggu berlalu, Noviyana tak kunjung mendapati keberadaan Tom. Noviyana hampir menyerah untuk menemukan Tom kembali, namun keajaiban datang. Noviyana melihat Tom sedang tidur-tiduran di lapangan.
“Toooooom!” teriak Noviyana
Noviyana merasa senang bisa bertemu lagi dengan Tom.
Noviyana seketika mendekati Tom
“Toooom!” teriak Noviyana yang cuma bisa ngomong Tom doang.

Seketika airmata Noviyana tak terbendung saat melihat Tom sudah tiada. Tubuhnya dipenuhi luka cakaran dari kucing lain.
“Tooom,” Noviyana menangis
“Tom… Tom… Tom….”
Noviyana menangis histeris sambil memeluk tubuh Tom
Lagi-lagi Noviyana harus kehilangan kucing, hewan yang paling disukainya.
.
.
.
.
Tiba-tiba muncul Freeza di hadapan Noviyana
“Hehehe, akhirnya aku menemukan keberadaan sang manusia legendaris.”
Seketika Noviyana berubah menjadi super saiyan 4
Pertarungan antara bangsa saiyan dan Freeza pun dimulai