Series Coklat : Ih Ngeri! Akibat Ketawa Lebar, Cewek Ini Keselek Meteor

1 Comment
Series Coklat : Ih Ngeri! Akibat Ketawa Lebar, Cewek Ini Keselek Meteor

Sebenarnya saya kangen loh pengen nulis cerita si Coklat lagi, mumpung cerita Coklat 1 dan 2 udah ditulis barengan di Ceritera dan karena enggak laku, makanya ditamatin di situ sampe Coklat 2 doang. Masih ada lanjutannya loh sampe Coklat 3. Mumpung di situ udah tamat, mending saya tulis di sini aja.

Selamat membaca

Pada dasarnya, manusia itu tidak hidup sendiri, apalagi kalo terlalu lama menjomblo, ngenes. Seperti halnya di kampus tempat Coklat kuliah. Kebanyakan anak-anak kampus itu membuat kelompok, tujuan anak-anak kampus membuat kelompok semata-mata memudahkan mereka untuk belajar, apalagi kalo ada tugas. Dalam kelompok, biasanya terdapat satu atau dua orang yang memiliki tingkat kepintaran yang tinggi. Orang yang bertipe seperti ini biasanya menjadi rebutan anak-anak kampus, lumayan kan bisa ngurangin beban anggota kelompok itu sendiri. Pada akhirnya orang yang bertipe kayak gini malah jadi punya beban lebih. Giliran orang tipe kayak gini sibuk mikir, yang lain mah malah nyantai, bangsat banget kan anggota yang lain?!

Berbeda sama orang yang goblok, males plus pelit, tipe-tipe orang kayak gini enggak dibutuhin, bahkan tipe kayak gini pantesnya dibinasakan. Lagian kalo masukin orang tipe kayak gini enggak ada manfaatnya, cuma nyesek-nyesekin nama di dalem kelompok.
Mereka selalu berusaha agar orang yang pinter itu masuk ke dalam kelompok mereka, baik pakai cara halus maupun dipaksa. Seperti yang dilakukan Nia dan Okta ketika mereka memperebutkan Tiara dari kelompok lain.
"Tir, kamu masuk kelompok aku aja," kata Okta.
"Jangan, Tir, lebih baik kamu masuk kelompok aku aja," kata Pitri.
Tiara tampak kebingungan karena dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit. Ini pertama kalinya Tiara diperebutkan di kampus oleh teman-temannya, biasanya dibuang. Dia tampak bingung antara memilih Okta cs atau Pitri cs.
"Aku akan berikan kamu rumah kalo kamu masuk kelompok aku, Tir!" tegas Okta.
"Ya udah, Tiara masuk kelompok kamu aja," Pitri pasrah.
"Ya udah aku pilih kelompok Okta aja, lumayan dapet rumah," ucap Tiara.
"Horeee!" Okta senang, dia meluapkan ekspresinya dengan berjoged-joged ria di kampus, sementara Pitri harus tertunduk lesu menerima keputusan Tiara yang begitu menyakitkan.

Pada malam harinya, Okta beserta ayah dan ibunya hanya menangis ketika melihat rumah kesayangan mereka sudah tak bisa ditempati lagi.
"Maafin Okta, Ema, Bapak. Okta udah janji ngasih rumah ke Tiara, hiks hiks hiks."
"Dasar anak tak bergunaaaa!" tegas bokapnya Okta.
"Tidaaaaak!"

Disini kita tidak akan melihat cerita Okta, Nia dan Tiara, namun kita akan melihat idol kampus yang bernama Hjb48. Hjb48 merupakan sekumpulan cewek-cewek berhijab yang ada di kampus ini. Hjb48 ini terdiri dari 7 orang yang semua-muanya adalah orang. Awal terbentuk Hjb48 ini bermula dari pemikirin seorang Fia yang senang pake hijab. Kemana-mana mereka berdua pake hijab, bahkan ketika mau mandi juga. Loh kok mau mandi pake hijab? Ya engga apa-apa kali kalo mau mandi mah, namanya juga baru mau. Selain dari senang memakai jilbab, Fia juga merasa amat kasihan terhadap para cewek yang berpakaian sexy, karena itu dapat mengumbar hawa nafsu para cowok. Dan pada akhirnya sering terjadilah hal yang ena-ena.
Bermula terbentuknya Hjb48, berawal dari suatu hari di perempatan lampu merah. Ketika itu Fia lagi nunggu Yuni di tengah jalan terus ada mobil lewat, Fianya dimarah-marahin sama sopir tuh mobil. Sukurin!
"Woy, Neng, kalo berdiri jangan di tengah jalan tapi di pinggir!" teriak pak sopir yang bewokan.
"Di pinggir jalan, Bang?" tanya Fia dengan wajah polos tak berdosanya.
"Di pinggir Menara Eiffel!" seru pak sopir sambil mengacungkan tangan kanannya.
Seketika Fia langsung terbang menuju Paris. Semua orang terkagum-kagum melihat ada seorang cewek berhijab yang bisa terbang di udara. Termasuk seorang Coklat yang kala itu kebetulan lagi diboncengin mengendarai motor sama Ival.
"Wah, Val, liat tuh ada cewek terbang!" ucap Coklat sambil nunjuk Fia.
"Itu kayaknya Fia dah," kata Ival yang menoleh ke arah cewek terbang itu.
Dikarenakan teralihkan oleh sosok Fia yang bisa terbang, Ival sampai lupa kalo waktu itu dia lagi mengendarai motornya. Tanpa dia sadari, motornya terus melaju kencang hingga menabrak sebuah ruko 6 lantai. Seketika ruko itu pun langsung roboh, dan motor Ival pun hancur lebur, untung aja Ival dan Coklat selamat.
"Haduh, motor hancur sih dibilang masih untung," keluh Ival.
"Iya, aneh author-nya," sahut Coklat.

Kita kembali ke kisah Fia yang sebenarnya dia lagi nunggu Yuni di pinggir jalan. Tepatnya, Fia lagi nunggu Yuni buat berangkat ke kampus bareng-bareng. Tak disangka ketika Fia sedang asik-asiknya bengong tiba-tiba ada cewek yang berpakaian seksi di sebelahnya. Dalam hati Fia, dia merasa kasian sama cewek tersebut.
"Aduh, aku kasian sama orang itu. Kasian aja dia engga bisa beli baju yang utuh. Pake baju kok setengah-setengah."
Tak dinyana, karena pakaiannya yang seksi itu membuat seseorang cowok mendekatinya. Lalu cowok itu ngegodain si cewek yang pake pakaian seksi. Fia yang melihat kejadian itu pun merasa was-was, dia takut digodain juga.
"Hy cewek, lagi sendiri aja. Minta pin WA-nya dong, sekalian hapenya juga," goda si cowok.
Si cewek ngecuekin si cowok yang lagi godainnya. Merasa dicuekin si cowok kemudian godain lagi, si cowok engga pantang menyerah buat godain tuh cewek.
"Hy cewek."
"...." Ceweknya masih diem.
Dua kali dicuekin, si cowok masih engga menyerah buat godain cewek. Akhirnya si cowok punya akal, ya iyalah punya akal, kalo engga punya mah disangka miring dong.
"Hy, boleh kenalan," si cowok ngajak salaman.
"Iya aku juga minta maaf, minal aidin walfaizin juga yah," kata si cewek.
"Hah? Siapa yang minta maaf?"
"Memang seperti sesama manusia harus saling memaafkan, walau lebarannya udah lewat seminggu yang lalu, tapi aku tulus kok maafin kamu."
"Iya makasih ya." Pasrah si cowok dengan tampang kusutnya.
"Kenapa? Apa salah aku hingga engga kamu maafin?"
"Siapa yang engga maafin kamu?"
Merasa omongannya engga nyambung, si cowok pun pasrah. Dia pergi dari hadapan si cewek penuh dengan rasa penyesalan mendalam karena gagal ngegodain cewek. Si cowok itu kini hanya duduk-duduk sendiri di pinggir jembatan.

Kita kembali ke tempat Fia yang masih nunggu Yuni. Di tempat Fia itu masih ada cewek yang tadi digodain. Si cewek kini berwajah sumringah karena strategi dia berhasil mengatasi kecentilan cowok yang suka godain cewek.
"Engga sia-sia aku pura-pura budeg, hahaha hahaha hahaha."
Si cewek itu pun tertawa lebar sambil menatap langit, tapi disangka dari atas mulutnya tiba-tiba muncul sebuah meteor dari luar angkasa yang langsung saja masuk ke mulut cewek tersebut. Wah parah.

"Aduh aku keselek meteor."
Melihat ada cewek yang digodain tadi, muncul ide dari Fia untuk ikut-ikutan budeg kalo digodain sama cowok.
"Wah boleh juga tuh cewek, ikutan budeg ah kalo digodain cowok, tapi kalo ganteng engga apa-apa sih, hahaha hahaha hahaha."
Fia pun ikut tertawa terbahak-bahak sambil menatap langit, tapi dia engga jadi karena takut ada meteor tiba-tiba masuk ke dalam mulutnya.
"Ah engga ketawa ah. Takut ada meteor masuk ke mulut."
Maaf para pembaca, para pembaca? Kayak punya pembacanya aja nih cerita! Sekali lagi maaf para pembaca, ada yang diralat, ternyata Fia bukan ikut-ikutan budeg, tapi dia mempunyai ide untuk membentuk suatu idol kampus yang bernama Hjb48. Itulah awal mula adanya Hjb48 di kampus.

Ngomongin Febri

13 Comments
Nama lengkap : Febri Dwi Gumilar Cahyono
Tempat Tanggal lahir : Tegal, 4 Februari 1994
Hobi : Sesuatu aktifitas yang dia suka
Makanan Favorit : Dia makan apa aja, yang penting enak
Minuman Favorit : Dia suka minum apa aja, yang penting bisa diminum
Prestasi : Nihil
Harga Buronan : 500 juta berry

Febri merupakan buronan seharga 500 juta berry atau di rupiahkan menjadi 500 miliar. Woow fantastis bukan, bisa modal nikah tuh. Ayo mari kita berburu Febri hidup atau mati.

Febri Dwi Gumilar, ya siapa yang engga tau blogger yang satu ini. Blogger kelahiran Februari ini memang keren-keren, ya contohnya saya, si Febri sama si Reyhan. Oh ralat, yang keren cuma saya, dua orang itu enggak keren. Febri merupakan salah seorang blogger yang suka bahas apa aja, bahas cinta, bahas pekerjaan, bahas musik, bahas kuliah, pokoknya bahas tentang beratnya beban hidup dia deh. 

Siapa sih Febri? Bagi yang enggak tau Febri, anda harus bersyukur. Dalam pengakuannya yang dia tulis di blognya sendiri, Febri merupakan seonggok lemak yang enggak sengaja lahir, berarti ibunya emang ga niat buat ngelahirin dia. Makanya sosoknya agak gitu, menyeramkan, coba liat aja poto-potonya yang udah bertebaran di dunia nyata maupun dunia maya.

Saya dan Febri sudah saling mengenal ketika saya berkomentar di blognya dan dia balik komentar di blog saya. Sejak saat itu hubungan kami pun semakin dekat. Namun ada alasan kenapa saya tidak melanjutkan hubungan bersama dia. Awalnya sih saya coba-coba ya, eh malah ketagihan. Waktu itu Febri janjiin saya kerja jadi manager di kantor bapaknya, tapi saya justru ditawarin jadi kang bakso. Lumayan sih waktu itu pendapatan perharinya 1 juta dapat lah, apalagi kalo lagi rame bisa omsetnya bisa mencapai 3 jutaan. Eh enggak berapa lama, tempat jualan kita digrebek sama polisi, gara-gara ada laporan warga kalo bakso hamil yang kita jual, hamil diluar nikah dan udah memperjualbelikan bakso beserta calon anak-anaknya. Alhasil kita berdua pun bangkrut.

Febri menurut saya :

1. Suka marah
Febri itu menurut saya orangnya punya hobi marah-marah, apalagi kalo saya komen di blognya dia. Seneng banget dia marah-marahin saya, mirip sama si blogger travelling, Ella Fitria Ningsih. 11 12 tuh orang. Apa jangan-jangan si Ella merupakan sosok Febri dalam versi cewek? Ah entahlah.

2. Pelupa

Febri ini punya hobi pelupa, pernah saya wa dia dan ngaku sebagai orang yang pernah diutangin sama dia. Pas saya tagih, eh dia lupa. Emang gitu ya, orang kalo enggak punya utang terus ditagih utang malah lupa. Anehnya saya malah dituduh si Sopo, padahal kenal juga engga sama Jarwo.




3. Selalu ingat dengan Niki
Saya bangga dengan blogger yang satu ini, padahal saya tidak pernah mengungkap identitas saya saat wa ke dia, dia mampu menebak siapa saya, itu artinya dia selalu ingat saya. Mau makan ingat saya, mau mandi ingat saya, mau kuliah ingat saya, aduh saya jadi malu mas Feb.



4. Chat dengan saya merupakan penyesalan terbesar bagi dia
Bagi orang lain, tidak bisa membahagiakan kedua orang tua sampai akhirnya meninggal merupakan salah satu penyelasan terbesar. Namun bagi Febri, chat dengan saya merupakan penyesalan terbesar baginya karena sudah membuang waktu selama dua hari untuk meladeni manusia bangke seperti saya. Saya jadi terharu.



Itulah 4 sosok Febri di mata saya, mudah-mudahan apa yang saya impikan menjadi kenyataan. Coba ketik amin di kolom komentar, nanti nongol sesuatu loh.

Inilah Hukumnya Puasa Full Satu Bulan Yang Harus Kamu Ketahui

23 Comments
Inilah Hukumnya Puasa Full Satu Bulan Yang Harus Kamu Ketahui



Suatu ketika seorang pemuda bertanya kepada guru ngajinya


Pemuda : Pak ustad, apa sih hukumnya berpuasa full satu bulan di bulan Ramadan?

Pak Ustad : Haram!

Pemuda : Lah, bukannya bagus ya kalo kita bisa berpuasa full satu bulan. Kok bisa haram?

Pak Ustad : Bisa, wahai anak muda. Kita cukup berpuasa mulai dari waktu imsak sampai adzan magrib selama satu bulan. Bisa dibayangkan kalo kita puasa full satu bulan, mulai puasa saat tanggal 1 Ramadan eh buka pas tanggal 1 Syawal. Gimana? Bisa dibayangkan kan?

Pemuda : Iya, Pak ustad. Bisa-bisa.



Di Tempat Sepi

12 Comments
Di Tempat Sepi

Aku hanya diam sendiri di depan rumahku, kadang kusempatkan untuk melihat bintang yang bertaburan di langit. Tanpa kata yang keluar dari mulutku, aku teringat bahwa malam ini adalah malam dimana mantan kekasihku menikah. Aku pun turut diundang, lumayan bisa dapat makanan gratis. Jujur saja, masih ada beban terasa untuk melangkah ke pesta pernikahan mantanku, masih ada bekas-bekas cinta yang belum sempat aku pulihkan.

Sendiri, aku melangkah dari rumah dengan perasaan was-was. Langkah demi langkah aku lewati. Sungguh malam ini terasa sepi tak ada pejalan kaki yang kutemui sedari rumah tadi, sepertinya aku berada di dunia yang berbeda, jauh dari keramaian. Tak kusangka, kini aku sampai di sebuah taman. Taman ini merupakan jalur satu-satunya yang harus aku lewati sebelum sampai ditempat tujuan. Di taman ini juga aku melihat sebuah kenangan terakhir bersama dia. Sedih dah kalau diceritain mah. Hiks.

Aku berdiri di bawah lampu jalan sembari mengantungi kedua tanganku di saku celana, ya kali aja ada selembar dua lembar uang seratus ribuan, namun itu hanyalah harapan semuku. Tiba-tiba arah mata ini tertuju pada sebuah kursi, kursi yang menjadi saksi akhir kisah hubunganku dengannya. Dengan suasana malam nan dingin dan sepi, aku sempatkan berjalan mendekat sejenak di kursi taman. Sebulan yang lalu adalah akhir kisah kita berdua.


Kini kepalaku mendengak ke atas, kemudian aku menghirup nafas dan menghembuskannya. Aku kembali teringat akan kisah itu.

Sore itu dihari minggu, aku duduk bersama dia di kursi taman ini. Dia lebih cantik kelihatannya dari yang sudah-sudah, entah kenapa perasaanku bilang saat harus kehilangan seorang yang dicintai, dia akan terlihat lebih cantik.
“Bagaimana sudah dapat kerjaan?” tanya dia padaku, saat masih menjadi kekasihku.
“Sudah tiga puluh lamaran yang aku taruh, dua puluh lima diantaranya tidak ada panggilan, sisanya aku gagal tes dan hari ini sudah lima tahun aku menganggur.”
“Kamu tau apa yang terjadi semalam di rumahku?”
“Kenapa?”
“Semalam anak dari teman bisnis ayah melamarku,” ucap dia dengan wajah tertunduk, mungkin dia kecewa lantaran aku gagal.
“Terus?” tanyaku yang tak berharap lagi.
“Kamu ingat janji ayah padamu dulu?”
“Iya, jika sampai hari ini belum dapat kerjaan, aku harus melepaskanmu,” ucap aku sambil menundukkan kepala ini.
“Maafkan aku, karena sebulan dari hari ini aku akan menikah dengannya. Aku….”
“Ini semua salahku, gagal memperjuangkanmu.”

Ada airmata yang menetes dari mataku ketika mengenang kembali kisah sebulan lalu, dan kini nasibku tak berubah seperti sebulan lalu. Seusai melihat kenangan terakhir dengan dia, aku kembali berjalan menuju tempat pernikahan dia. Suasana malam makin sepi, dan aku meninggalkan taman itu.

Sesampainya di tempat pernikahan, aku melihat wajah-wajah dari tamu undangan maupun dari kedua mempelai. Wajah-wajah bahagia dikerumunan berbanding terbalik dengan yang aku rasakan, walaupun ramai aku tetap merasa sepi, kesepian ini seperti berada di dunia berbeda. Dengan wajah yang mencoba untuk tersenyum, aku berjalan menuju kursi pelaminan untuk memberikan selamat kepada dia.

Dengan langkah yang santai, kini aku sudah sampai tepat di depan kedua mempelai. Aku berdiri memandangi dia, wajah lesu kini tampak aku rasakan begitu juga hatiku, ada air mata yang ingin keluar namun sekuat-kuatnya coba aku tahan. Lalu, aku tersenyum kepadanya. Tak ada senyuman balasan dari dia, yang terlihat dia kini berwajah murung melihat aku berdiri di depannya.
“Selamat ya,” ucap aku ini yang sudah kehabisan kata-kata lagi.

Dia lalu tersenyum melihat kepadaku, perlahan-lahan dia berjalan menuju kepadaku.
Aku masih sayang kamu, ucap aku dalam hati.

Dia masih berjalan dan kini sudah tepat berdiri di depanku, satu langkah lagi mungkin ada pelukan terakhir atau ciuman terakhir. Kalau kayak gitu, aku bisa digaplok sama suaminya nih.
“Sudah jangan dekat-dekat, aku engga enak sama yang lain, kamu kan…,” ujar aku dengan perasaan gugup.

Bagaimana bisa seorang perempuan yang sudah menikah dengan orang lain kini berhadapan dengan mantannya yang tak bisa apa-apa. Aku bergemetar di hadapannya, mungkin hanya tinggal beberapa centi lagi, kedua bibir ini akan saling beradu. Dan dia berjalan satu langkah lagi, tiba-tiba dia menembus tubuhku. Aku terkejut dengan apa yang terjadi.
“Apakah aku?” tanyaku sambil melihat kedua tangannya yang mulai memudar.

Perlahan-lahan tanganku mulai memudar seperti robekan selembar kertas yang tertiup angin, lalu tubuhnya pun mengikutinya, dan apa yang kulihat perlahan-lahan mulai redup… redup… lalu warna berubah menjadi hitam, aku tak sadar kalau aku sudah tiada. Seusai menghilang dari tempat pernikahan dia, aku kini duduk di suatu tempat. Tempat yang seluruhnya berwarna putih, entah dimana? Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, tak ada satu pun seseorang yang berada di sini juga, hanya aku di tempat sepi ini.
           


Alasan Pemuda Ini Membatalkan Niatnya Beli Tv Baru Bikin Geleng-Geleng Kepala

5 Comments
Alasan Pemuda Ini Membatalkan Niatnya Beli Tv Baru Bikin Geleng-Geleng Kepala

Tadinya ntuh ye, ade niatan buat beli tipi baru, tapi kate emak, janganlah mending acaranye ade yang bagus, tiap hari acaranya itu-itu mulu.

Ya sih mending jangan daripada buang-buang duit, mending duitnya ditabung buat ngelamar kamu … kamu … iya kamuuu

Bayangin aja coba dari senin sampe ketemu senin lagi acara di tipi tiap hari itu lagi itu lagi, sinetron itu lagi itu lagi, acara dangdut itu lagi itu lagi, reality show itu lagi itu lagi.

Bandingkan dengan acara tahun 90-an, tiap malam saya inget tuh acara sinetronnya gonta ganti. Ada bidadari, ada ma lampir, ada panji, ada jinny, ada tuyul, ada jin dan jun, ada gerhana, jadi enggak ngebosenin. Acara yang tiap satu episodenya digarap seminggu sekali menurut saya bagus, selain dinanti-nantikan sama penonton di rumah, para pelaku di balik layar juga punya napas panjang buat garap cerita yang bagus. Coba sekarang sinetron tiap hari ceritanya itu lagi itu lagi. Ya ngebosenin lah. Daripada bikin penonton di rumah mending nyari cerpen atau novel yang gagal terbit terus kerjasama sama penulisnya buat dijadiin sinteron. Kan jelas tuh ada waktu tamatnya. Dapet pahala lagi karena udah buat penulis yang enggak laku karyanya bisa terbit di tv, hahaha.

Sama halnya dengan acara komedi jaman dulu, kayak srimulat atau ngelaba. Seingat saya dulu tuh ngelaba seminggu sekali. Jadi pelawaknya yang punya ilmu dibidang lawak juga punya napas panjang buat nyari-nyari bahan lucu, beda sama sekarang acara lawak diisi sama yang bukan kompeten dibidangnya. Kayak pemain sinteron jadi pelawak, mc jadi pelawak, penyanyi dangdut jadi pelawak, nah pelawaknya bingung mau jadi apa. Pantes aja isi komedinya engga ada komedi sama sekali, banyakan nyinyir. Anehnya penonton di studio ketawanya maksa banget biar disangka lucu, padahal penonton di rumah cuma bisa bengong, bingung sama nih acara, kok masih ada ya?

Tapi ada sih acara komedi yang diisi sama orang-orang yang ahli dibidangnya macam WIB sama CNL. CNL bagus sih acaranya, konsepnya seminggu dua kali, udah gitu enggak ada gimik-gimik yang berlebihan. WIB juga cukup bagus, tapi ya gitu karena acaranya sekarang tiap hari jadi sedikit luntur kelucuannya. Beda waktu pertama kali mulainya dulu yang seminggu dua kali.

Sekarang di tipi lagi menjamur acara reality show yang isinya perselingkuhan. Haduh, nih acara kayak gini kenapa mesti ada sih? apa bagusnya nih acara? kalo misalkan bener ya enggak baiklah bongkar-bongkar aib orang, kalo misalkan settingan berarti udah membohongi publik. Apalagi kalo liat pembawa acaranya yang ngomong udah kayak dibener-benerin. Enak banget ya dapet duit pake buat acara kayak gitu. Lagian juga apa untungnya buat gue kalo lo putus sama pacar lo! Apa untungnya buat gue harus tau masalah lo sama pasanganlo!

Acara kartun mulai langka. Dulu tiap hari minggu acara kartun menghiasi layar kaca dari pagi sampai siang. Itu baik loh sebenarnya buat anak-anak, jadi minggu pagi itu bener-bener waktu yang pas buat anak-anak istirahat di rumah sampai siang. Tapi sekarang minggu pagi sinetron lah yang menguasai layar kaca. Pantes aja anak jaman sekarang lebih sering mainin gadget karena enggak ada hiburan buat mereka. Dulu juga ada tuh kartun setiap senin sampe jumat tiap sore di tpi (sekarang mnc tv), acara kartun di tpi dulu itu kayak looney toon, tom n jerry, popeye. Pinter banget ya tipi jaman dulu nayangin kartun di sore hari buat mengisi waktu santai anak-anak yang udah lelah sama waktu sekolahnya dari pagi sampe siang.

Sekarang juga ada sih acara kartun yang pas buat anak-anak, macam Tayo, Poli sama Chuggington. Ini pas kartun buat anak-anak. Tayo menceritakan tentang bis kecil yang hidup sama teman-temannya, Poli bercerita tentang rambu-rambu lalu lintas dan suka menolong antar sesame, begitu juga sama Chuggington, yang isinya kereta yang suka menolong dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sayangnya sekarang kartun remaja macam anime-anime dari Jepang udah engga ada lagi, kecuali dragon ball yang disiarin ulang di ktv. Kenapa sih anime-anime itu engga sebanyak dulu, padahal itu tontonan baik loh, ya sayangnya KPI cuma liat dari sisi visualitas doang sih, engga liat dari moralitasnya. Adegan kekerasan di anime tersebut pasti disensor sama tipi yang bersangkutan, kalo engga disensor bakal kena semprot. Padahal dulu pas masih kecil sering nonton anime-anime kayak gitu engga pernah tuh sampe nangis-nangis minta ke orangtua buat diajarin kame-kameha, rasengan atau minta dibeliin dasi kupu-kupu punyanya detektif conan yang bisa merubah suara.

Maka tak terlepas dari acara tipi jaman sekarang, saya dan keluarga memutuskan untuk tidak membeli tv baru, karena yang lama juga masih bisa ditonton. Lagipula kalo beli tipi baru, acaranya pun akan tetap sama dengan tipi yang lama.


Fans Saya