Dia Memeluknya Penuh Cinta

Di kediamannya, dalam sebuah kamar ada rindu saat lelaki berusia duapuluh tahun melihat sebuah bingkai foto. Foto yang melukiskan kebahagiaan dia bersama ayah, ibu dan adik perempuannya itu. Rindu yang memanggil kenangan sekian lama tak bersua dengan adiknya tercinta, sementara ayah dan ibunya sudah lama tiada. Suara hatinya terpanggil untuk bertemu dengan adiknya kembali, setelah sekian lama berbalut dengan kuliah dan berbagai jenis kesibukan lainnya.
“Udah dua tahun gua engga ketemu sama lo sejak lo lulus SMA dulu, abang kangen sama lo, abang pingin kita bisa kumpul lagi setelah nyokap sama bokap udah engga ada. Sekarang pastinya lo udah gede, ya sih memang kita masih saling komunikasi lewat hape, tapi itu engga bisa ngobatin perasaan rindu abang sama lo.” ucap pria itu sambil menatap foto yang dipegangnya.
Tau kenapa ayah dan ibunya telah tiada? Karena saya tidak menemukan peran untuk ayah dan ibunya, sok jadilah seperti itu ceritanya. Saya sebenarnya sih sudah melakukan casting beberapa kali, tapi tidak ada yang cocok. Saya inginnya ayahnya itu berjenis kelamin perempuan, dan ibunya berjenis kelamin laki-laki, namun sayangnya tak ada yang mau, ya sudahlah.

Usai melihat bingkai foto yang membawa sebuah kenangan tentang masalalu, dia berdiri melihat suasana sunyi dari balik jendela kamarnya. Suasana yang sunyi semakin dalam baginya untuk bertemu dengan sang adik, lalu dia mengambil sebuah telepon genggam dari saku celananya. Dia menghubungi adiknya itu lewat sebuah telepon genggam.
“De…” ucapnya.
“Iya bang, ada apa?” jawab sang adik.
“Malam ini lo ada di rumah, gua pengen main ke sana.”
“Ada bang, abang kangen ya? Hehe.”
“Iya… gua kangen pingin ketemu sama lo. Abang pengen pacaran sama lo.”
“Kampret bang! Gue ini ade lo!”
“Sial! Kenapa yang bikin cerita engga jadiin lo pacar gue malah ade gua?! Padahalkan lo cantik banget.”
“Makasih bang. Ya udah bang kalo abang mau maen ke sini, maen aja, malam ini ade ada kok.”
“Jangan kemana-mana lo pas gua ke sana, entar ngilang lagi pas gua ke sana.”
“Iya bang engga, kapan lagi sih abang main ke sini, lagian kan udah lama juga kita engga ketemu, um… tapi abang bawa martabak ya hehehe.”
“Hehehe iya, tenang aja bahkan gerobak-gerobaknya kalo lo pingin gua bawain.”
“Bawa gerobaknya doang, martabaknya mah engga.”
“Ya udah, sampai ketemu nanti ya.”
“Iya bang.”

Dia sudahi perbincangan lewat hapenya. Perasaan rindu kepada adiknya tercinta yang membuat dia semangat untuk menjalani semua yang kini dia hadapi. Dia lalu merapihkan diri bersiap ke tempat adiknya itu.

Di dalam sebuah mobil ini, pikirannya terus tertuju pada sang adik satu-satunya itu. Melewati suasana malam yang masih banyak orang-orang berlalu lalang. Di sebuah taman jajan, dia berhenti untuk membeli martabak kesukaan adiknya. Dia turun dari mobil yang dikendarainya menuju penjual martabak di pinggir jalan.
“Mas, martabak telur spesial satu ya.” pesannya.
Sambil menunggu martabak yang dia pesan, dia duduk-duduk di sebuah bangku yang telah disediakan sambil memainkan hapenya. Dia mengirim sebuah pesan untuk yang di sana.
“De, kalo gua dah sampe jangan lupa sediain makanan yang banyak buat gua.”
Dia mengirim sebuah pesan pada adiknya itu. Semenit berlalu, dua menit berlalu dan tiga menit berlalu tak ada balasan pesan dari adiknya itu.
“Yah engga ada pulsa dia.” ujarnya.
Tak menunggu waktu lama, martabak yang dipesannya pun sudah matang.
“Ini dek.”
“Berapa mas?”
“Dua puluh ribu.”
“Yah mahal amat, satu juta dah.”
“Ok.”
“Ini, makasih ya.” seseorang itu membayar martabaknya.
“Sama-sama.”

Selepas menerima martabak, dia kembali masuk ke dalam mobilnya. Melanjutkan perjalanan ke rumah sang adik tercintanya itu. Tiga puluh menit dalam perjalan, akhirnya dia sampai di kediaman adiknya itu. Usai turun dari mobilnya yang dia parkir di depan rumah yang berwarna hijau. Dia pun mengetuk pintu rumah ini. Tok… tok… tok… sesekali mengetuk pintu tak ada jawaban yang terdengar dari orang dalam.
“Kok belum dibuka ya pintunya?”
Rasa penasaran membuatnya kembali mengetuk pintu rumah ini. Tok… tok… tok… namun hal sama kembali terulang. Tak ada jawaban yang di dapat oleh lelaki itu. Sekali lagi dia mencoba mengetuk pintu.
“Ayo dong de buka pintunya, ah lo ngayab lagi nih.” pintanya dalam hati.
Berulang kali dia mengetuk pintu namun tak ada sepatah katapun yang terlontar dari adik perempuannya itu. Lalu dia mengambil hapenya yang tersimpan di dalam saku, menghubunginya lewat sentuhan layar tipis itu.
“Angkat dong de.” harapnya.
Tuuut… tuuut… tuuut, berkali-kali dia mencoba untuk mengubunginya kembali tapi tetap sama, tak ada jawaban dari adiknya itu.
“Apa mungkin dia pergi?” katanya dalam hati.
“Masa pergi engga ngomong-ngomong dulu sama gua?” lanjutnya.
Akhirnya setelah lama menunggu keluarlah seseorang dari rumah itu. Tokoh utama yang belum disebutkan namanya ini terkejut melihat orang lain dengan memakai celana di badan, dan baju di kaki.
“Siapa lo?!”
“Pemilik rumah ini.”
“Ini kan rumahnya Sinta!”
“Rumahnya Sinta yang disebelah mas.”
“Oh maaf.”

Pria itu pun lalu meninggalkan rumah itu dengan perasaan gedek, gedek aja gitu kok bisa salah rumah. Dia kini sudah berdiri di depan rumah adiknya. Tepat di depan pintu rumah sang adik, dia pun mengetuk. Beberapa kali mengetuk pintu, tak ada jawaban dari sang adik, hingga akhirnya, tak sengaja tangannya memegang gagang pintu, lalu terbuka perlahan-lahan tanpa dia sadari.
“Lha pintunya engga kekunci?”
Melihat pintu rumah yang tak terkunci, dia pun lalu masuk ke dalam. Dia terus memanggil nama adiknya itu.
“Sinta… Sinta…” panggilnya.
Lagi-lagi tak ada jawaban yang dia dapatkan. Dia mencari ke sana-kemari, menjelajah setiap ruangan yang ada, mulai dari dapur, kamar mandi, ruang keluarga, sampai gudang namun tak sekalipun dia temukan adiknya itu. Langkahnya terhenti, ketika dia melihat pintu kamar yang melongo begitu saja.
“Kamarnya kebuka sendirian?”
Melihat kamarnya yang terbuka sendiri, dia pun masuk ke dalam kamar adiknya itu. Terlihat barang-barang milik adiknya itu berantakan semua.
“Tumben berantakan?”
Ketika dia menoleh ke samping kirinya. Bungkusan martabak yang dia pegang tiba-tiba terlepas jatuh dari tangannya. Matanya melotot memandangi apa yang dia lihat di depannya.
“Sinta?” ucapnya dingin.
“Sinta…!” lalu dia berteriak.
Dia berteriak melihat adiknya yang sudah tergelantung oleh tambang di dalam kamarnya. Penuh darah di setiap bagian tubuh adiknya itu, terpasang wajah adiknya pilu, menatap dingin, pucat pasi.
“Buruan bang turunin gue, gue udah engga kuat lagi nih diiket.”
“Lah lo kan ceritanya mati neng, masa bisa ngomong.”
“Oh maaf bang.”
 Diceritakan memang Sinta ini tewas. Tanpa pikir panjang dia langsung melepas tali yang mengingat kepala adiknya itu. Penuh airmata mengalir saat dia memeluk adiknya tercinta.
“Sinta… kenapa bisa begini? Uh… uh… uh… padahal hari ini gua ingin membagi cerita bahagia sama lo, namun yang terjadi… Siapa yang udah melakukan ini semuaaa!”
Entah siapa yang tega membunuh Sinta? entah pula dia dibunuh atau bunuh diri gara-gara kakaknya suka sama dia?
Sang kakak pun memeluk adiknya penuh cinta bersimpuh airmata…
“Udah apah meluknya, set dah lo bisa aje cari kesempatannya.”
“Biar dramatis.”




110 Responses to "Dia Memeluknya Penuh Cinta"

  1. menarik ceritanya gan, ijin ane share yak :v

    ReplyDelete
  2. Njir ngakak bacanya :v
    Itu mungkin bunuh diri gara-gara abang'a cinta sma dia, takut jadi inces akhirnya milih bunuh diri :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bisa jadi bisa jadi, atau jangan-jangan lu kali yang ngebunuh dia?

      Delete
    2. hahaha bisa jadi bisa jadi, ngebunuh sinta gara-gara ditolak gitu atau gara-gara cemburu sama abang'a :v

      Delete
  3. Buset dah, awalnya gue pikir serius, tapi kok malah jadi absurd gini. Tapi lucu nih wkwk..

    Tapi kok namanya Sinta sih, sama kayak nama karakter gue di cerpen nih. Pasaran amat yah si sinta ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kebetulan gitu ya? padahal ini aslinya engga pake bumbu komedi loh

      Delete
    2. coba si Sinta di cerpennya ganti namanya pake Bruno..

      Delete
  4. Wkwkwkwkkw... gua kira serius.. kampret! Gak taunya absurb... up deh ngakak gua..
    .
    Untung gua blom baca

    ReplyDelete
  5. kampreet kau ini nik kalo bikin cerita bikin ngakak aja. pas mbaca awalnya kirain cerita drama gitu serius eeh gak taunya malah gak nemu tokoh udah mulai gak jelas ini.

    waaah keren kau nik, kau ini bloger komedian.
    bikin film komedi aja nik.
    mantap lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha parah ya tokohnya engga jelas semua
      .
      u mau di jadi aktornya?
      ntar gw bikin
      hahah

      Delete
  6. Ini dah kayak nonton film aja ya, harusnya kalo ada bunuh-bunuhan harusnya sedih kenapa yang ini bikin ngakak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aneh loh, cerita sedih malah diketawain

      Delete
  7. Jyaaa martabak apaann 1 juta bhahahaa, gilinggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. martabak telor, tapi pake telor ayam jantan

      Delete
  8. hadeh bang puhlis yah bang :V

    ReplyDelete
    Replies
    1. please hahaha... tulisan absurd tapi lutju

      Delete
  9. baca pembicaraan abang dan adknya jadi inget kalo aku dulu pernah bikin cerita inces hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, tokoh abangnya engga terima kalo sicewek harus jadi adiknya

      Delete
  10. ini genre nya apaan bang niki?? :D
    alurnya sedih tapi lebih banyak lucunya wkwkwk~
    tapi, TOP BGT deh :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini thriller drama komedi
      wkwkwkwk
      sedih malah ketawa

      Delete
  11. Yaah.. hidup sebatang kare dong ahelaa...

    Itu bunuh diri pasti gak mau nyiapin makanan yang banyak buat kakaknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah, itu sedih gara-gara g mau dikenalin sama monyet hihih

      Delete
  12. Hehehe Iya bener tuh sial ya kenapa jadi abang padahal elo cantik wkwkwkwkwkwkw :) mesti didemo wkwkwkwkw :)

    ReplyDelete
  13. Ceritanya Bagus Banget... Dapat Inspirasi Dari Mana Gan?

    ReplyDelete
  14. Ceritanya Bagus Banget... Dapat Inspirasi Dari Mana Gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tiba-tiba dateng gitu aja inspirasinya

      Delete
  15. bagus ceritanya kenapa ngga nyoba bikin bukunya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum rampung semua ceritanya, nanti dah kalo ada yang mau nerbitin hehe

      Delete
    2. mau di bikin buku? sedikit aja bikin kesel orang gimana sebuku? bisa gondok sekelurahan.

      Delete
    3. ANJAAAYYY MAU DIBUKUKAN? bisa-bisa gue yang gak lagi hamil tiba-tiba melahirkan.

      Delete
  16. Saran aja bro; coba deh lu perbagus lagi desain blog lu, biar makin asyik lagi blog lu nya.

    ReplyDelete
  17. Ente bakat gan.. jadi penulis novel kali ya.. asyik banget nih template, boleh dong ane pake buat website viagra ane di Viagra Original

    ReplyDelete
  18. awalnya gw serius terharu gw, tapi akhirnya ah sudahlah wkwkwk

    ReplyDelete
  19. ane kira ceritanya bakal romantis gak taunya absurd hahaha

    ReplyDelete
  20. Tulisannya kena bngt. Bakat ni jadi penulis

    ReplyDelete
  21. ane kira romantis gak taunya jatuhnya malah ke absurd hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, dikiran cerita romantis kali

      Delete
  22. Wahahaha Xixixi.
    Parah parah tokohnya eui

    ReplyDelete
  23. wah keren nih gan ceritanya ditunggu cerita selanjutnya

    ReplyDelete
  24. Mantap nih ceritanya mas. Enak dibaca dan dimengerti, lama-lama bisa dibuat novel nih mas. Sukses ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin
      mudah-mudahan ada lah penerbit yg ngelirik

      Delete
  25. kebanyakan makan micin kayaknya si sinta. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh busheh, hahahah kurang kerjaan tuh si sinta mecin dimakanin

      Delete
  26. gue pikir beneran bunuh diri gegara cinta sedarah. eh ending nya malah absurd gitu gua bingung dah. hahaha

    ReplyDelete
  27. Bebas deh ah, atur aja ceritanya, kesel gua ga pernah beres. Aturan serius nih bisa dijadiin ftv di Indosiar nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah jangan dund masa dijadiin ftv
      ini pantesnya di jadiin movie

      Delete
  28. Gue berasa lagi baca postingan pidibaiq nih, abusrd abis haha. Mantep nik \m/

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini postingan gw di hahahah
      makasih di

      Delete
  29. kisah nyata kgg ni hhe..
    by dedi mekanikmitsubishi

    ReplyDelete
  30. bhangkayyyyy~~
    cerita macam apa ini..
    absurd parah buset. mau nangis nanggung, mau ngakak juga sedih. adeknya mati gitu. huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah terjebak dengan dua perasaan yang nanggung

      Delete
  31. Sekalian tambahin lahu payung teduh - untuk perempuan dalam pelukan,,, eaaah

    ReplyDelete
  32. Ini beli graji mesin dimana yaa ..?? Halal kali ya ngegorok orang yang bikin cerita random kek gini ..??

    Padahal pada paragraf pertama, gue udah berharap lo bisa nyajiin cerita yang bikin gue sedih lo, itu kata2 kedua orang tuanya udah nggak ada .. e malah nyari orang tua yang kebalik .. Allahuakbar ..

    Salah ngetuk rumah .. Adik yang mati bisa hidup lagi ..?? LA ILLAHA ILLALLAH !!
    Gue ajak ngopi yuk nik .. ntar kopi lo gue campurin sama potasium sianida ..
    Udah tenang, lo nggak bakal mati kok .. kalo lo emang mati, paling ya bisa diajak ngomong .. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halal. entar gua daftarin ke MUI biar dapet cap Halal.

      Delete
    2. lagi dalam proses... tunggu aja, nanti juga saya kabarin kok

      Delete
  33. set dah lo bisa aje cari kesempatannya.

    Absurd abis :D

    ReplyDelete
  34. yah kapan oprec jadi ayah ibunya? masih bisa coba casting lagi ga?
    make baju di kaki, celana di badan lagi ngetrend 2016 ya?
    Duh itu coba martabak nyasarnya ke kosan gue bang.
    Para pemainnya dikasih bayaran berapa bang?
    Absurd sih, tapi kocag. Izin bookmark ya bang (?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuh model pake baju ma celana yang lagi ngtrend, kalo mau coba monggo dicoba
      pemainyya dibayar dengan keikhlasan bang
      monggo

      Delete
  35. kwkwkkwkwkwk,,,Lanjut terus mas usaha nya,,sangat bagus

    ReplyDelete
  36. endingnya itu loh,, wwkakakakaka XD
    eh ini ceritanya bersambung gak si

    ReplyDelete
    Replies
    1. endingnya kenapa?
      engga tau juga dah ini cerita da sambungannya apa engga

      Delete
  37. ini pembunuhan di ruang tertutup, conan mana conan... kogoro tidur.. datanglah kauuuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. conan udah pensiun jadi detektif, dia sekarang gabung akatsuki
      kogoro mori juga udah pensiun sejak conan gabung akatsuki

      Delete
    2. jiah pada gabunh akatsuki.. lah akatsuki gabung kemana kalo gitu...

      isu nie..

      Delete
    3. akatsuki gabung sama shicibukai

      Delete
  38. Haha yang bener aje masa ada orang meninggal bisa ngobrol gituh
    Untung gak adk yang jadi shintanya ya bang. Huhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dek, kalo neng jadi shintanya abang bakalan nyesel

      Delete
  39. hati langsung berkedut kedut rasanya. sungguh mengaduk ngaduk perasaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mau sedih tapi pengen ketawa, mau ketawa tapi kok sedih hahah

      Delete
  40. Ending-nya kampret. Cerita seluruhnya juga kampret, kayak orangnya.

    ReplyDelete
  41. ahahaha, keren keren yang nulisnya kreatif banget sampai sampai ada martabak 1 juta. wkwkwk

    ReplyDelete
  42. Pertama kali seumumr hidup baca cerita thiller tapi ngakak sampe bengek wkwkwk

    bakal lebih lucu lagi kalau tambangnya putus, trus sinta jatoh gedebuk ke lantai trus duit recehnya berceceran X)))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah engga kepikirian kesitu, keren tuh kalo adegan kayak gitu

      Delete
  43. Astaga ini cerita absurd banget x)

    ReplyDelete
  44. Bahahahahahaha ini gimana lanjutannya ntar kalau dilanjutin? Apakah ada inses di antara mereka kalau si adek nggak jadi mati Atau jangan-jangan ntar ada tukang martabak yang bisa ngehidupin si adek? Huahaha penasaran :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelanjutannya engga ada insen diantara mereka kok, kelanjutannya itu banyak kisah pembunuhan
      serem dah

      Delete
  45. Bahahaaha

    Absurd banget kak ceritanya kaya muka saya xD

    ReplyDelete
  46. HAHAHAHAAAA YAOLOH GOLOK MANA GOLOKK..

    Gue udah terharu pas baca di awal bang Nik, eh di pertengahan malah mau macarin adek sendiri.
    Hahaa
    Itu apaan udah mati bisa hidup lagi.

    Ini yang bikin cerita minta digolok nih :'D bahahaa

    ReplyDelete
  47. 2 thn gak ketemu...kagak nahaaan.
    Martabak 1 jt (include gerobaknya).
    Sintaaaaa ... harum melati masih tersisa.

    kk Nikiii bangun ... tuh tukang tagih dateng ! kkkk

    ReplyDelete
  48. Fiksinya random abissss. Gue bingung mau komen apaan. Cuma mau nanya aja. Nik, Sinta ini yang temennya Jojo bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kayaknya deh, coba lu tanya gih

      Delete
  49. Kampret , ini kenapa pas scene telponan sama adeknya. Otak mesum gue langsung bekerja terus bikin jalan cerita sendiri T^T

    ReplyDelete
  50. hahahaha aku ketawa XD XD lanjutkan kreatif dan kocaknya, bang!

    ReplyDelete