Diputer puter dijilad jilad dicelupin deh


cerita sebelumnya  Aku Punya Mimpi


Merasa terganggu, Ken lalu berjalan ke depan membukakan pintunya. Matanya melihat seseorang yang tak dia kenal memakai topeng dengan sebuah linggis di tangannya.
“Lo siapa?” tanya Ken.
“Boleh gue masuk dulu.”
“Iya.”
Akhirnya si pria bertopeng itu duduk berdua dengan Ken. Pria bertopeng itu berniat untuk membunuh Ken, namun sebelumnya dia meminta izin dulu.
“Gini, saya mau membunuh anda, apa boleh?”
“Hmmm gimana ya?”
“Bolehlah, ini kan cerita pembunuhan.”
“Tapi jangan sakit-sakit ya.”
“Iya.”
“Ya udah aku mau mukul kamu dulu.”
“Ok.”

Bught! Bught! Bught! Orang itu seketika memukul bahu Ken hingga Ken tak sadarkan diri.Ken pingsan di hadapannya orang itu, kemudian orang itu menyeret Ken ke halaman belakang basecamp ini. Sampainya di halaman belakang, dia mengikat tangan dan kaki Ken. Setengah jam berlalu, Ken pun sadar. Dikala sadar, dia melihat kedua tangan dan kakinya sudah terikat. Sebuah rantai mengingat erat pergelangan tangan dan kakinya. Dia hanya bisa berbaring merentangkan kedua tangannya di atas rerumputan halaman belakang basecamp ini melihat orang tadi yang duduk tak jauh darinya.
“Hey! Lepasin gue!” Ken berontak.
Orang itu pun bangun dari tempat duduknya, dia berjalan ke Ken sambil memegangi linggis yang ada di tangan kanannya. Dia berjalan kemudian berdiri di samping kanan Ken.
“Sat! Mau apa lo!”
“Mau gue? Di dunia ini, rasanya sulit untuk mencari keadilan sendiri. Apalagi melawan orang-orang yang punya nama besar dan orang-orang berduit. Ya anggap aja gue yang membuat keadilan di sini.”
“Hey! Siapa lo! Buka topeng dulu topengmuuu, buka dulu topengmuuu, biar kulihat warnamu, kan kulihat warnamuuuu.”
“Dia malah nyanyi, buka mulutlo lebar-lebar…” ucap tenang orang itu.
“Siapa lo!”
“Ayolah, turutin aja apa kata gue, iya itukan lebih aman Ken…”
“Gue engga bakal nurutin mau lo!”
“Oh begitu.” ucap dingin orang itu.
Merasa tak diindahkan perkataannya, tanpa basa-basi dia menancapkan linggis di atas telapak tangan kanan Ken.
“Arrgghhtt…!” Ken berteriak sekencang-kencangnya ketika linggis itu ditancapkan di telapak tangannya.
Penuh darah dari telapak tangan Ken yang berlubang tertusuk ujung linggis tajam itu. Ken menoleh ke arah tangan yang tertusuk dengan rasa sakit. Bibirnya merintih menahan kesakitan yang dialaminya.
“Gimana rasanya?” ucap orang itu dengan haluan santai.
“Arrghht… arghht… arghhtt… Sit! Gimana, udah kerenkan rintihan gue?”
“Keren bro.”
Linggis yang masih tertancap di telapak tangan Ken, kemudian orang itu menariknya kembali. Dia berjalan perlahan-lahan dari sebelah kanan Ken menuju sebelah kirinya. Tanpa basa-basi lagi, dia menancapkan kembali bagian runcing linggis itu ke telapak tangan kiri Ken.
“Argghhhhtt..!” teriak Ken.
Lagi-lagi dia melubangi telapak tangan Ken. Kedua telapak tangannya bersimpuh darah. Ken tak bisa menahan rasa sakit yang dideritanya. Airmata mulai keluar dari matanya, membasahi mengalir di pipinya. Orang itu lalu membuka topeng yang dikenakan. Ken terkejut melihat sosoknya, sosok yang selama ini dia kenal.
“Lo...?”
“Iya ini gue, kenapa? Kaget? Ken, gue minta dengan baik-baik tolonglah buka mulut lu… please.”
“Lo itu kan?”
“Ken jangan dikasih tau, biar yang bacanya penasaran siapa gue.”
“Ok dah. Arrght… arghht… arghht…”
“Cepet buka mulutlo atau lo akan alami yang parah dari ini!” teriak orang itu.
“Arghht!” Ken berteriak kembali ketika linggis menghujam di paha kakinya.
Tanpa pandangi wajah Ken yang miris, dia mencabut tancapan linggisnya. Dia duduk jongkok di dekat kepala Ken, tersenyum melihat wajah Ken.
“Ken, gue minta maaf sebelumnya kalo udah buat lo menderita. Jauh sebelum lo merasakan sakit saat ini, gue udah lama memendam perasaan sakit terhadap lo. Gue udah tolak sama cewek beberapa kali, terus kalo setiap malam minggu temen-temen gue pada ninggalin gue, mereka jalan sama ceweknya, sementara gue jomblo kala itu. Gue engga senang melihatlo sama anak-anak satu band lo itu, kenapa? Ya bagi gue senyum mereka adalah tangisan gue. Sok sekarang gue minta lo buka mulutlo.”
Ken hanya menatap diam orang itu seakan kehabisan kata-kata di dalam mulutnya. Ken tak menuruti apa yang orang itu mau.          
“Sekarang buka mulut lo!!” orang itu pun memaksa Ken membuka mulutnya. “Iya bagus seperti itu…” lanjut orang itu lalu bersiap-siap dengan linggisnya.
Perlahan-lahan linggis itu dimasukkan ke dalam mulut Ken. Ken agak sulit bernafas, dia hanya melotot memandangi orang itu yang berdiri di hadapannya sambil memegangi linggisnya. Ken mulai berontak, dia ingin terlepas dari penyiksaan ini, raut wajahnya menggambarkan suasana dalam hatinya.
“Jangan, plis. Jangan bunuh gue, gue belom merit… please.” ucap dalam hati Ken.
Orang itu memutar-mutarkan linggisnya, ya dia memutar linggisnya yang tertancap di di dalam mulut Ken.
“Ken, maafin gue.”
Sekali putaran linggis yang dia pegangi erat-erat.
“Please… jangan…” pinta Ken dalam hati.
Dengan kedua tangannya erat memegangi linggis itu. Begitu kencangnya dia tancapkan linggis yang sudah masuk ke mulut Ken, Jlep! Menguaplah darah dari mulut Ken. Darah itu mengalir dari mulut kemudian turun ke rahang hingga jatuh ke tanah. Linggis itu masuk ke dalam mulut Ken hingga tembus ke bagian belakang kepalanya. Orang itu hanya tersenyum melihat temannya terbunuh sendiri di tangan dia, meninggalkan linggis yang masih menancap di mulut Ken.

Seusai membunuh Ken, dia mengambil sebatang rokok yang ada di dalam saku baju ken. Dia nyalakan lalu menghisapnya. Sambil duduk-duduk menikmati suasana malam ini.
“Ken, namalo udah gue coret dalam buku gue, next satu per satu mereka akan rasakan hal yang sama.” ucap dingin orang itu.
Orang itu kemudian mengambil linggisnya kembali dan berjalan meninggalkan jasad Ken yang berlumuran darah. Senyum bahagia terukir di wajahnya kala dia melangkahkan kakinya satu per satu.
Setelah adegan sadisnya, kini orang bertopeng dan Ken duduk santai di dalam basecamp sambil ngopi-ngopi sama ngerokok. Padahal ceritanya si Ken udah mati, masih sempet aja ngopi.
“Gimana acting gue keren kan?”
“Keren kan, apalagi pas effect linggisnya masuk ke dalam mulut. Beuh kayak beneran.”
“Siapa dulu dong gue.”
“Ya udah pas pagi, lo balik lagi ke halaman belakang.”
“Tenang, itu masih lama. Kita ngopi-ngopi dulu hahaha.”
“Hahahaha”



Share this :

Previous
Next Post »
54 Komentar
avatar

Njir pembunuhan maca apa ini :v
Mau ngobrol apa mau ngebunuh ini?

Harus'a teriak si ken, bukan bilang dalam hati
Jadi pengen nusukin linggis juga ke penulis'a -_-

Balas
avatar

“Iya ini gue, kenapa? Kaget? Ken, gue minta dengan baik-baik tolonglah buka mulut lu… please.”
“Lo itu kan?”
“Ken jangan dikasih tau, biar yang bacanya penasaran siapa gue.”
“Ok dah. Arrght… arghht… arghht…”


wakkakakakaka ini scene bokep dari mana nik?

#KabooooooorAh

Balas
avatar

Ini pembunuhnya sopan yah.

Bang, produktif banget, sih. Seminggu sampe berapa kali posting gini. Keren, bang. Buat buku aja sekalian kalo gini mah. mumpung lagi produktif gini.

Balas
avatar

Yah si Ken nya nggak di bunuh beneran ya bang?

Abang aja dah ya yang gua bunuh..

Balas
avatar

Bang itu ceritanya entar bikin yang banyak terus dijilid jadi satu lalu dikirim ke tv, siapa tau ada sutradara yang gemes sama cerita bang Niki terus diangkat jadi FTV gitu.

Bosen nih TV isinya India mulu.

Balas
avatar

Ngeri ih pas linggisnya nembus dri mulut ke kepala:(
Ini bsa dibilang genrenya Thiller-comedy-absurd kali ya? Hahaha. Tp keceh! Ah, yg satunya blm baca nih pdahal._.
Idenye keren nih. Mending dikumpulin buat dijadiin novel. Kan keren. Imajinasi tak terbatas nih:)

Aku msh bingung, jd yg bunuh si ken itu benran? Apa cuma akting aja sih?:/

Balas
avatar

jadiii ini cuma akting? pantesan pembunuhnya sopan amat hahaha

Balas
avatar

Walaupun pembunuhannya sopan ya tetap aja pembunuhan dan tidak baik itu, hehehehe.

Balas
avatar

Kayaknya pembunuhnya abis belajar sopan santun ini ya bos wkw

Balas
avatar

Pembunuhan yang terencana nih, sopan dan baik...

Balas
avatar

Jangan! Percuma linggisnya bakal leot

Balas
avatar

Oh iy ya kok jadi gitu ya? Aneh loh bang

Balas
avatar

Iya bang ini pembunuhan sopan
Buat buku apaan bang?
Susah bang kalo buat buku, buku itukan berisi kertas yg kertasnya itu bahan bakunya dari kayu kan
Saya g tw cara buat kayu jadi kertas bang

Balas
avatar

Boleh
Asal jangan bunuh abang dngan cintamu

Balas
avatar

Kalo dijadiin ftv banyak kena sensor ky
Mending buat film layar lebar j
Gimana?

Balas
avatar

Hahaha cerita kayak gini dijadiin novel
Itu akting aja kok neng
Buktinya bisa ngopi2 abis dibunuh

Balas
avatar

Iya, dia minta ijin ngebunuh boleh apa engga, kalo engga boleh engga jadi

Balas
avatar

Itu kan pura2 mati mas
Buktinya bisa ngopi bareng
Haha

Balas
avatar

Iya, dia abis ikutin pelajaran bp di sekolah

Balas
avatar

Hehehehehe... Kalo mau bunuh mesti bilang-bilang dulu ya sob, soalnya cerita pembunuhan hahahahaha buka dulu topengmuuuuuu buka dulu topengmu pembunuh bertopengggggg hehehehehe :)

Balas
avatar

beuh...sadis x. untung lah cm akting. tp pembaca masih penasaran nih, kok nama teman yg membunuh ken blm di kasih tau...

Balas
avatar

INi sebenarnya pembunuhan macam apa nik?? MAsa' mau bunuh aja, curhat dulu. EH, endingnya malah diajak ngopi. Keknya gue pengen nusukin juga di mulut yg nulis. Biar gak semaunya aja bikin tulisan. XD

Habisnya ini itu harusnya sadis Nik... Kenapa malah jadi becandaan dan tempat curhat... Gue yakin aja, kelanjutan ceritanya akn berakhir seperti ini semuanya. Yang harusnya Pembunuhan Berencana, malah Pembunuhan Becanda. -__-

Balas
avatar

ini endingnya bikin gue nggak paham. ngetwist amat yak? jadi, si ken udah dibunuh pakai linggis.. terus dia masih bisa ngopi di basecamp? hmm wow wow wow

Balas
avatar

"hahahahaha"
ternyata gw juga ikutan ngopi disitu. hmm bang nanti ajakin ken ngopi bareng kita yah bang, trus kita juga acting kayak gitu. Tapi elunya yang gw tusuk pake linggis yah bang. bukan lewat mulut tapi lewat lubang telinga

Balas
avatar

Niki my lord~

Anomali abis ini orang tiap nulis. Keren, Nik. Bangkheee, ya. Udah dibunuh, berdarah-darah, terus ngopi bareng. Ajak Raisa juga dong. :))

Balas
avatar

Nik... Aku boleh ngebunuh kamu nggak -________________________-

Balas
avatar

Iya betul kang
Kan kalo yg dibunuhnya g ngizinin
Berarti dosa kang

Balas
avatar

Biar penasaran bang andi
Eh bang andy pake y

Balas
avatar

Udah sadis bang
Tuh ditusuk pake liggis tangan sama mulutnya bang
Masa sih engga sadis bang

Balas
avatar

Itulah hebatnya ken
Abis dibunuh bisa idup lagi jef
Kerenkan

Balas
avatar

Percuma bang
Linggisnya ga mempan sama saya
Bakalan leot kayak tali rapia

Balas
avatar

Mending ajak jesica aja bang
Gimana?

Balas
avatar

Trus pakea apaan Nik biar kebal

Balas
avatar

Ya Allah aku emosi baca tulisan ini.
Aku wudhu aja deh, daripada khilaf ngebunuh blogger.

Balas
avatar

keren udah mau mati masih bisa ngopi haha :D

Balas
avatar

ternyata lagi nyusun skrip film pendek buat festival atau buat dapet duit di yutub :v

Balas
avatar

Itu linggisnya harganya berapa nik? Kalo serebu dah bisa dikasih kecap sama sambel gak nik?
Btw, gue kenal sama pain akatsuki, dia juga bisa ngeluarin jurus linggis gitu, berarti pein akatsuki itu tukang besi ya nik? Jelasin dong

Balas
avatar

Gokil lo nik, awalnya gw sdah mmprekirakan klo endingnya psti bkal ga msuk akal lagi.

Tpi pas baca adegan linggis dimasukin ke mulut ken gw smpet brubah pikiran bhwa tbakan awal gw salah. Critanya brjalan srius dn tmbah sadis.

Tpi pas smpai akhir, eh, gila. Trnyata btul tbakan gw, hahahh. Critanya mlah jadi kyak dua orng yg lagi main bunuh2an.

Ksian si ken hrus dmasukin linggis ke tngan dm phanya, klo aslinya pasti dmasukin sapu ijuk kemulutnya, hahahh

Balas
avatar

Eh busyet ngebunuh minta ijin dulu, ono2 wae

Balas
avatar

Aduh jangan sampe khilaf neng
Bahaya loh kalo mpe ngebunuh blogger

Balas
avatar

Patut ditiru nih, udah mati bisa minum kopi haha

Balas
avatar

Murah kok bang
Tapi kalo buat abang dimahalin
Kenal dimana bang sama pain akatsuki?

Balas
avatar

Wih hebat y bisa ketebak kalo endingnya g masuk akal
Punya ilmu apa bang?

Balas
avatar

Biar diijinin mbah
Kalo g diijinin kan dosa

Balas
avatar

Cerita ngebunuhnya akting keliatan dari awal cerita tapi napa tetep kebawa takut yha... :')
AH BANG KUMAHA ABANG WEH DEDEK LELAH :')

Balas


Fans Saya