Boy dan Neneng Nonton Bioskop

sekitar jam 4 sore Boy akhirnya bisa jalan bareng sama Neneng. Seperti tujuan Boy semula, dia mengajak Neneng nonton di bioskop @Alamsutera. Keduanya kini sudah sampai di depan pintu masuk gedung bioskop.
“Kamu duluan Neng yang masuk,” kata Boy tersenyum.
“Kamu aja duluan,” balas Neneng.
“Kan ladiesfirst.”
“Kan cowok itu imam.”
“Tapi aku ini Boy bukan Imam.”
“Kamu aja duluan, Boy, kamu kan yang ngajak.”
“Tapi sebelum aku, kamu ya.”
“Ah kamu mah, buat aku malu gini.” Neneng tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
Dua puluh tiga tahun sebelas bulan tujuh belas hari kemudian.
“Ya udah deh, aku yang duluan,” kata Boy.
“Aku aja, dimana-mana ladiesfirst.”
“Cowok itu kan imam perempuan, jadi aku duluan.”
“Aku aja deh, Boy, kamu ngalah dong sama cewek.”
“Hmmm, aku aja ya. Kan aku yang ngajak.”
Gitu aja terus jangan masuk-masuk sampe bioskopnya tutup! Setelah melalui diskusi nan panjang, meminta pendapat para fans-fans mereka yang berada di seluruh dunia, serta meminta pendapat para ahli di bidangnya masing-masing. Boy dan Neneng memutuskan untuk masuk bersama-sama.

Permasalahan tak hanya di depan pintu masuk, bagi keduanya yang baru pertama kali nonton film di layar lebar membuat mereka bingung untuk menonton film apa.
“Kamu suka nonton film apa, Neng?”
“Aku suka film yang ada gambarnya, suaranya, tokohnya, alur ceritanya, pokoknya semua unsur-unsur yang ada di film deh.”
“Oh sama dong. Ya udah kita nonton film Niki Setiawan The Movie aja. Itu film keren tau.”
“Wah iya, aku juga suka sama filmnya. Apalagi sama tokoh utamanya, si Niki Setiawan itu. Udah ganteng, aktingnya keren, memukau deh. Kayaknya sih dia calon artis Hollywood.”
 “Aku setuju.”
Niki Setiawan The Movie merupakan film action pertama yang menceritakan tentang keberhasilan penjahat yang diperankan oleh Niki Setiawan menang melawan lima jagoan yang terdiri dari Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhiyan, Chelsea Islan dan Cecep Arif Rahman. Maaf ya om tante ini bukan beneran kok, maaf maaf, jangan gaplok saya jangaaaan! Nah kalo mau tau lebih lanjut jalan ceritanya seperti apa, jangan ditonton.

Akhirnya Boy sama si Neneng sudah masuk ke studio bioskop. Keduanya duduk berdampingan di kursi paling belakang, Neneng ada di sebelah kiri Boy, berarti Boy ada di depan Neneng. Inilah momen yang ditunggu-tunggu Boy, bisa nonton bareng Neneng. Film pun segera diputar, sesaat lampu seisi ruangan berubah jadi gelap.
“Arrgghhhhttt!” Neneng teriak kenceng banget pas lampunya dimatiin, pasti yang baca engga denger ya? Ya iyalah kan dibaca engga di denger.
“Kenapa, Neng?”  Boy menoleh ke si Neng.
“Mati lampu ya, Bang?”
“Wah iya, ah payah nih bioskopnya pasti belom bayar uang bulanan. Padahalkan kita udah bayar beli tiketnya ya, Neng, apa uangnya dikorupsiin? Ah entahlah.”
“Ini mah gimana mau nonton filmnya wong listriknya aja mati, benerkan, Bang?”
“Iya, Neng, bener banget.”
“Di rumah Neneng tuh kalo mati lampu pasti engga bisa nonton tv, Bang.”
“Berarti sama dong kayak di rumah abang, apa kita jodoh?”
“Ah bang Boy bisa aja.” Neneng tersipu malu.

Boy dan Neneng yang kecewa lantaran suasana dalam gedung bioskop mati lampu, berniat untuk keluar. Mereka berdiri dari kursi masing-masing. Belum selangkah kaki mereka berjalan, tiba-tiba keduanya mendengar suara dari dalam gedung.
 “Itu suara apa, Neng?”
Neneng menoleh ke layar. Ia kaget melihat layarnya muncul gambar.
“Boy lihat! Layarnya bergambar!” seru Neneng.
“Wah iya, kalo gitu kita jangan pulang. Disini hebat ya, walau mati lampu tapi filmnya tetep ada.” Boy takjub.

Keduanya kembali duduk di kursi yang mereka tempati tadi. Neneng clingak-clinguk, dia merasa aneh melihat keadaan dalam gedung bisokop. Nonton di bioskop engga kayak nonton di tempat tinggalnya, biasanya banyak orang-orang ngumpul di depan layar, tapi kali ini engga ada seorang pun. Neneng berinisiatif buat ngajak Boy nonton di depan layar.
“Kita nonton di depan layar aja yuk,” ajak Neneng.
“Hmmm, emang dari sini kurang jelas ya, Neng?”
“Ih Neng kalau nonton di kampung kaya begitu, rame-rame di depan layar. Seru tau.”
“Hmmm ya udah deh.”

Rupanya ada seorang cowok yang duduk di sebelah Neneng tak sengaja mendengar pembicaraan tersebut. Sontak saja, hal yang engga biasa di denger dalam bioskop mengundang tawa bagi cowok itu.
“Hahaha hahaha hahaha hohoho huhuhu hahaha hihihi hehehe hahaha hohoho hihihi.”
“Heh, kenapa kamu kok ketawa? Obatnya abis ya?” tanya Boy menoleh ke cowok itu.
“Cewek lo norak ya? Masa nonton di depan layar kayak nonton layar tancep aja.”
“….” Boy cuma diem tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
“Say, aku nonton di depan aja ya, kaya di perumahan aku kalau nonton rame-rame di depan,” kata ceweknya si cowok barusan.
“Cewek kamu juga norak ya? Masa nonton di sini kayak nonton layar tancep aja.” Boy balik nyerang.
“….”

Jadi, Boy sama cowok tadi itu mau engga mau nonton di depan ngikutin ceweknya masing-masing. Duduk di depan layar berasa nonton layar tancep. Si cowok tadi sebut saja namanya Mr Z cuma bisa manyunin bibirnya sambil bilang, “Gini ya resikonya ngajak cewek tapi ketularan sama orang yang belum pernah nonton. Penyakit ini namanya.”
“Yank, pulang yuk,” ucap si Mr Z ngajakin pulang ceweknya.
“Ngapain pulang, Yank? Lagi seru nih filmnya.”
“Malu, Yank, masa nonton di depan layar kayak gini sih?”
“Yank, engga usah malu lagian banyak kok yang nonton di depan, kalau engga percaya lihat aja ke belakang.”
“Busyet dah!” Mr Z kaget pas tengok ke belakang udah banyak orang yang nonton di depan layar juga, bahkan ada yang bawa tikar sama rantang dari rumah.

Semenjak saat itu nonton di depan layar dalam gedung bioskop menjadi trend anak muda masa depan. Banyak gedung bioskop yang mendesign ulang tempat duduk yang bertingkat menjadi ala kadarnya saja dengan balutan hangat selembar tikar, dan agar terlihat natural tak jarang di dalam gedung bioskop ditanami pohon kelapa, beringin atau bunga sakura. Namun penanaman pohon kelapa di dalam gedung bioskop menjadi kontroversi. Hal ini diungkapkan oleh pengamat buah kelapa.
“Jadi menurut saya ya, buah kelapa yang masih muda itu lebih nikmat daripada yang sudah tua. Airnya masih segar, dan kelapanya masih empuk,” kata pengamat buah kelapa saat ditemui sedang makan apel.
Perkataan pengamat buah kelapa dinilai membohongi publik. Bagaimana mungkin seseorang yang katanya pengamat kelapa tapi kok makannya apel? Akhirnya setelah dilakukan penyelidikan, kasus pengamat buah kelapa makan buah apel, ditemukan fakta baru. Sebenarnya pengamat buah kelapa itu adalah gadungan, dia mengaku dirinya pengamat buah kelapa hanya untuk mengalihkan isu yang beredar di masyarakat luas.

Engga cuma itu, makanan yang identik dengan nonton, yaitu popcorn kini sudah tak berlaku. Para pebisnis bioskop menjadikan rantang menjadi ikonik baru dalam makanan yang wajib dibawa saat menonton. Maka engga heran, banyak para penonton di bioskop bibirnya jadi karatan gara-gara makan rantang. 

51 Responses to "Boy dan Neneng Nonton Bioskop"

  1. Kenapa gak dari awal aja masuk gedung bioskop bareng. ckckckk

    Hmm selalu gregetan bacanya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya y kenapa g dari awal j
      Y biasalah mereka

      Delete
  2. Replies
    1. Layer tancep kok hidup
      Nanti dy bisa jalan loh

      Delete
  3. Halo Bang Nik! Long time no see. Emang belum pernah see juga sih sebelumnya yak haha.

    Duh, terakhir kesini tuh masih cerita tentang chocolatos, sekarang udah Boy dan Neneng aja. Ini teh si Boy anak jalanan tea? Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang
      Si boy anak jalanan pindah kamari

      Delete
  4. Ebusett nonton bioskop di depan layar

    ReplyDelete
  5. Ide merubah popcorn jadi rantang itu bagus, sob. Tapi ya jangan lupa minumnya es teh diplastik. Lalu tempat duduk biarpun sudah diganti tiker, tapi tetap harus miring biar daya dempetnya lebih maksimal. Mantap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daya dempet maksimal
      Kalo yg didempetnya itu sama2 cowok, gimana bang?

      Delete
  6. Wahahaha darimana dapet inspirasi bioskop norak cem ginian coba, kak?

    Kak nik, kenapa pake nama Boy? kan doi udah TamAt. Kenapa gapakee pragiaaa biar kerasa gimana gitu. *loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm dimana y dapetnya ada deh
      Y kan si boy pindah dari anak jalanan ke sini
      .

      Delete
  7. Hahaha seru seru. Kenapa gak dipangku aja si eneng nontonnya?

    ReplyDelete
  8. omg... semenjak gw jarang nonton bioskop.. jadi mereka dah jual rantang untuk dimakan.. emangnyeee kite debus......

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga apa apa bang put
      biar ada atraksi debus juga di bioskop

      Delete
  9. Tumben loh seorang niki setiawan rada bener bikin analogi ladies first vs imam, keren nih ckck cekaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berarti selama ini saya rada salah dong ya

      Delete
  10. Sekalian aja nonton dari proyektornya langsung -_-
    Sekalian aja rantangnya diblender jadi rantang Ice -_-

    ReplyDelete
  11. Pfft paragraf pembuka bikin greget._.
    gitu aja terus sampai negara api menyerang
    terus apa pula makan rantang kenapa ga gorengan plastik biar beda gituu

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya ya kenapa engga gorengan plastik aja ya
      kenapa tuh neng?

      Delete
  12. anjriii bang nikiiiiii. hahahaha
    aduh sampe kehabisan kata-kata nih mau ngomentarin yang mana.

    ah iya ini aja "Niki Setiawan The Movie merupakan film action pertama yang menceritakan tentang keberhasilan penjahat yang diperankan oleh Niki Setiawan"
    ITU KHAYAL BANGET BANG. KHAYAAAL!

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti neng belom nton filmnya ya
      seru tau
      ada oppa lee min ho loh

      Delete
  13. makan rantang. hmmm, maksudnya kayak burger berlapis-lapis gitu, bang? boleh jugaaa

    ReplyDelete
  14. Semoga cerita di atas benar-benar menjadi inspirasi para pemilik modal di bioskop-bioskop tanah air supaya bisa benar-benar menjadi trend masa depan. Sebab, akku belum pernah ngerasain rasanya nonton layar tantjep. Mayan suasana baru yekan bhahahahak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah payah nih si neng bom pernag nton layar tancep

      Delete
  15. lah ini si boy kok uda idup lagi ya?
    renkarnasi ya jangan2

    ReplyDelete
  16. kok kesel ya bacanya. openingnya ngajak ribut.

    boy dan neneng pasangan yang nyeselin abis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah si Boy kan ngajak si neneng bukan ngajak ribut

      Delete
  17. Lu kira ke sawah pakai rantang segala....

    Itu tiker juga dibawa2.... Mau pikinik ke binaria?
    hadeuhhh..... nik...nik.... sana cari tukang tambal ban!

    ReplyDelete
  18. Masuk bareng keluar bareng emang enak bang Niki, nggak percaya??? Tanya aja sama pengamat kelapa...

    Tukang jajanan nggak sekalian ikut masuk ke Gedung bioskop..??

    Baru tau pengamat kelapa makannya apel

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga engga tau bang, kenapa pengamat kelapa makan apel?
      abang tau

      Delete
    2. Tau... Berarti pengamat apel sukanya makan kelapa

      Delete
  19. Ga ngerti lagi kalau emang nonton didepan layar bakalan jadi tren :D pasti setelah keluar dari bioskop lehernya pada sakit gara-gara ngangkat kepala terus-.-
    Boy dan Neneng memang pasangan nyebelin :D

    ReplyDelete
  20. Ujung ujungnya masuk bioskop bareng -______- perdebatan yang sungguh.....mubazir.

    Wooww. Niki Setiawan The Movie bisa didownload di mana tuh? Jadi pengen nonton.


    Ih, semoga dengan trend kayak gitu harga tiket bioskop makin murah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. download? nonton dong neng di bioskop terjauh

      Delete
  21. SI BOY MASIH SUKA NGOJEK GAK SIH NIK???

    ReplyDelete
  22. anjayy itu nontonnya dimana wwkwkkw, bioskopnya kerennn... wah zaman sekarang harusnya kek gitu tuh hha

    ReplyDelete
  23. Kalau ngomongin layar tancep, ternyata zaman udah berubah, ya. Duh, gue malah kangen nonton wayang ramai-ramai gitu pas di Jogja. XD

    Isi di dalam rantang, Nik. Bukan rantangnya. Astagfirullah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar yog, sabar
      sesungguhnya Tuhan bersama orang yang sabar

      Delete