Kisah Nyata : Ayam Jago Pemberani


Ayam itu menetas dari telur yang dierami induknya selama 21 hari. Kiuk kiuk kiuk, seperti itulah bunyinya saat dia pertama kali melihat indahnya dunia bersama kelima saudaranya yang mungkin beda ayah.

Meski hidup tanpa tahu siapa ayahnya, si ayam kecil ini tidak pernah mengeluh kepada ibunya sendiri.

Satu hari berlalu, si ayam kecil ini sudah bisa berjalan dengan kedua kakinya. Curang, kenapa dia engga belajar merangkak dahulu?

Selain sudah bisa berjalan, dia pun sudah bisa makan. Curang, kenapa engga disuapin dahulu.

Namun, meski sudah bisa berjalan dan makan, si ayam kecil ini ternyata malas mandi. Dan yang lebih parahnya lagi, si ibu ayam tidak pernah membelikan sehelai baju untuknya. Ibu macam apa itu membuat anaknya telanjang tanpa berpakaian sehelai pun.

Setiap hari yang dilakukan si anak ayam ini hanyalah mencari makan dan bermain dengan saudara kandungnya. Dia sadar, tanpa ada ayah yang mencarikan nafkah untuknya, dia rela untuk tidak makan bangku sekolah. Dia tidak pernah protes terhadap ibunya untuk minta disekolahkan. Daripada makan bangku sekolah, lebih baik mencari bangku yang sudah dimakan rayap, dan rayapnya pun bisa dijadikan makanan.

Hari-hari terus berlalu, hingga si ayam ini pun beranjak dewasa. Saat beranjak dewasa bersama kelima saudaranya, si ayam ini harus memisahkan diri dari ibunya. Ya, ibunya tega melepaskan dia agar hidup mandiri. Biasanya saat malam tiba, dia bersama lima saudaranya tidur di dekapan sang ibu di dalam kandang, kini hangatnya dekapan itu tidak dia rasakan kembali. Dia tidur bersama kelima saudaranya dengan menangkring di atas pohon. Tentu tidur di atas pohon memiliki resiko tinggi dibandingkan tidur di dalam kandang. Salah satunya adalah menjadi incaran empuk bagi musang.

Si ayam yang dulu kecil ini lama-kelamaan tumbuh besar, kini menjadi ayam jago di kampungnya sendiri. Dia ditakuti oleh ayam-ayam jago lainnya. Selain ditakuti, dia pun menjadi idola bagi kaum ayam betina, sudah banyak ayam betina yang ena-ena sama dia, termasuk ibunya sendiri. Bejat banget kan, ibunya sendiri masih aja diincer.

Namun pada suatu hari, si ayam jago ini tertangkap oleh pemiliknya. Dia dikurung di dalam kandang sebelum benar-benar disembelih.

Sebagai ayam jago dengan badan besar, tentu mengorbankan dirinya untuk dijadikan lauk pauk adalah hal yang biasa. Dengan berani, si ayam jago ini tidak mau melepaskan diri dari kurungan. Dia rela untuk disembelih dan dijadikan lauk pauk.

Hari persembelihan pun tiba. Si ayam jago ini, tidak takut ditangkap oleh majikannya sendiri, walau sedikit memberontak di dalam kandang saat ada tangan manusia yang mencoba menangkapnya.

Dengan sayap dan kaki yang dipegang oleh si pemilik, si ayam jago beranikan diri buat dipotong.

Dan … si ayam jago melihat pisau tajam di hadapannya yang perlahan-lahan mengiris empuk daging lehernya. Sreeet.

Ayam jago pun tewas bersimbah darah di lehernya.

Tamat 




Share this :

Previous
Next Post »
24 Komentar
avatar

Ayam kalau siang jadi makhluk yg pamer kalau ga punya kerjaan. Sepanjang hari jalan2 terus. Panas2 juga bukannya tidur siang malah jalan entah ngapain.

Balas
avatar

Bejat banget itu ayam, masa ena-ena sama ibunya sendiri. Ayamnya ini titisan Sangkuriang, ya? :(

Balas
avatar

Oh,ayam jago somsek ya ...
Udah gitu,kan dagingnya alot, bukan ?

Balas
avatar

Turut berduka ya ayammmm. Kayaknya dagingmu enak, terbang kesini dong biar mbanana santap kamuuu buat lauk pauk pake sambel terasi ama cah kangkung buatan emak! :D

Balas
avatar

pikiran gue malayang, ga bisa berenti membayangkan ayam makan bangku sekolah hahahahahah

Balas
avatar

Wah mulai psikopat nih arahnya
Nanti abis bunuh bunuhan ini adalagi kanibalisme, ayam makan ayam hahahaha

Balas
avatar

wkakakaka ayamnya di goreng aja kali tuh!! eh uda pasang domain baru aja nich. chocolatosnya dikemanain bray?

Balas
avatar

HAHAHAHAHA GUE UDAH YAKIN INI PASTI CERITA TIDAK MENDIDIK! KAN BANGKE! GUE BACANYA JADI PENGIN NINJU LAYAR KOMPUTER SAMPAI TEMBUS! XD

Ayam betina ena-ena. Ayamnya Niki nih pasti. Ngehe.

Balas
avatar

Curang...nggak dibagi sama gua dagingnya, padahal gua nggak suka ayam, gue lebih suka kare ayam ckck

Balas
avatar

Ibunya ayam aja gak pake baju, gimana mau beliin baju buat anaknya. Kan bapaknya si ayam gak pernah kasih THR

Balas
avatar

waduh titisan sangkuriang :D

Balas
avatar

Hahaha, njirrr.. Selalu ngakak baaca tulisanmu. Curang si ayam lgsg bisa jalan, bisa makan, bisa ena ena sama ibunya juga. Wkwkwk
Astghfirullah😂😂😂

Balas
avatar

makanya minta jalan-jalan gih sama ayam

Balas
avatar

kalian berdua engga ada yang punya cita-cita kayak sangkuriang?

Balas
avatar

tergantung jenis ayamnya, kalo ayam kampung ya alot, tapi kalo ayam negeri berarti bukan ayam swasta

Balas
avatar

wah hebat ya pikirannya bisa melayang

Balas
avatar

udah sering kejadian om, ayam makan ayam

Balas
avatar

makanya mas kalo punya ayam ya kasih thrnya

Balas
avatar

Ibu ayam gak pernah netein anak pitiknya apah bang? Apa karena pitik yang gak pernah nete jadi kalo sudah besar bisa ena-ena sama induknya sendiri?

Balas